Tawa ceria dan wajah penuh semangat mewarnai kegiatan outing class 128 siswa PAUD ‘Aisyiyah V Kota Probolinggo di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo, Sabtu (17/10/2026).
Pukul 07.30 WIB siswa diantar dari rumah masing-masing menuju TWSL Kota Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh 153 orang, yang terdiri dari 128 peserta didik dan 25 orang guru.
Para pemandu outbound dari TWSL menyambut anak-anak dengan meriah. Mereka mengawali kegiatan dengan menyapa anak-anak dengan ceria. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk foto bersama dengan burung elang.
Sejak mengikuti kegiatan, anak-anak tampak antusias bersama teman-teman dan guru pendamping. Suasana penuh keceriaan menjadi bagian dari pengalaman berharga yang memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran anak usia dini.
Tidak hanya mengenal satwa, anak-anak juga mengikuti permainan edukatif yang dipandu oleh petugas TWSL. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain lompat sambil menaruh bola sesuai warna yang telah ditentukan.
Permainan ini melatih kemampuan motorik kasar, koordinasi gerak, serta kemampuan mengenal dan membedakan warna.
Selain itu, petugas TWSL juga mengajak anak-anak berjalan di atas tali tambang. Aktivitas ini menjadi tantangan yang menyenangkan untuk melatih keseimbangan tubuh, konsentrasi, dan keberanian anak.
Dengan penuh antusias, anak-anak mengikuti setiap permainan bersama teman-teman dan guru pendamping. Suasana penuh keceriaan membuat kegiatan belajar di luar kelas terasa semakin seru dan berkesan.
Salah satu murid mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang sekali bisa ke TWSL bersama teman-teman dan bunda guru. Aku bisa melihat binatang dan belajar hal baru. Seru sekali!” ungkap Maira dengan gembira.
Sementara itu, Bunda Sawati guru kelompok B1, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran langsung yang dikemas secara menyenangkan.
“Melalui outing class, anak-anak dapat belajar dari pengalaman nyata. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menyayangi makhluk hidup. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tuturnya.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mempererat kebersamaan dengan teman dan guru. Pengalaman belajar di luar kelas diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar serta membuat anak semakin aktif dan percaya diri.
Tawa ceria 128 murid hari itu menjadi gambaran bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, termasuk di alam terbuka, dengan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments