Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan Korps Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Lamongan. Doni Ali Nugroho, aktivis Kokam yang dikenal sigap dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, wafat pada Kamis (15/10/2026).
Kabar wafatnya Doni disampaikan melalui grup Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan pada Kamis malam pukul 22.55 WIB. Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir dari rekan-rekan seperjuangan serta keluarga besar Muhammadiyah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah Swt mengampuni segala khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Ketua MPK SDI PCM Brondong, H. Heru Purnama, M.Pd., mengenang Doni sebagai aktivis tulen yang memiliki kepedulian tinggi terhadap organisasi dan persoalan sosial kemasyarakatan.
Menurut Heru, Doni aktif di Pemuda Muhammadiyah, khususnya KOKAM, mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga daerah di Lamongan. Ia juga pernah aktif di PC IMM Kabupaten Tuban. Selain itu, Doni tercatat aktif dalam Simpatik DPD PAN Lamongan.
“Doni selalu siap sedia ketika ada komando dari Kokam, terutama saat ada kegiatan Muhammadiyah dan organisasi otonom. Ia selalu sigap dan tanggap terhadap situasi sosial kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian, baik secara pribadi maupun organisasi, dengan terjun langsung ke lapangan,” ungkap mantan Wakil Ketua PDPM Lamongan ini
Bagi rekan-rekan seperjuangannya, Doni bukan sekadar anggota organisasi. Ia merupakan sosok yang bersedia hadir ketika tenaga dan kepeduliannya dibutuhkan. Pengabdiannya di KOKAM dan Muhammadiyah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Doni lahir pada 22 Maret 1983 dan wafat dalam usia 43 tahun. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri, melanjutkan ke SMP Negeri kemudian SMA Negeri. Pendidikan tinggi ditempuhnya pada bidang ekonomi di Universitas Ronggolawe Tuban.
Dalam kehidupan sehari-hari, Doni bekerja sebagai wiraswasta dengan berdagang ikan. Di tengah kesibukannya mencari nafkah untuk keluarga, ia tetap menyempatkan diri aktif dalam kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan.
Menurut Heru Purnama, almarhum telah menderita stroke sekitar tujuh tahun. Pada Kamis dini hari, Doni terjatuh ketika hendak pergi ke kamar mandi. Ia sempat mendapatkan perawatan di RSU Suyudi Paciran.
“Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan. Anak bungsunya bahkan masih berusia tujuh bulan,” ujar mantan anggota DPRD Lamongan ini.
Sementara itu, Kholis MM sesama aktifis di IMM mengungkapkan Doni memiliki idealisme yang kuat, loyal terhadap persyarikatan Muhammadiyah, terkhusus waktu sehat aktif di KOKAM PCPM Brondong
“Ia aktifis tulen yang tumbuh dari bawah. Ia aktifis yang mandiri,” ujarnya
Kepergian Doni menjadi kehilangan mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan serta rekan-rekan seperjuangan di KOKAM, Pemuda Muhammadiyah, dan IMM.
Ratusan Pelayat Mengantarkan ke Pemakaman
Jenazah Doni dimakamkan di pemakaman Islam Kelurahan Brondong, Kabupaten Lamongan. Ratusan aktivis dan warga turut menyalatkan serta mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Kehadiran para pelayat menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan rasa kehilangan atas sosok yang selama hidupnya terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemanusiaan.
Kepergian Doni mengingatkan bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari kesediaan hadir, membantu, dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh almarhum, mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, serta memberikan ketabahan kepada istri, anak-anak, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments