Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem Paciran (Mamsaka) Paciran menggelar pertemuan strategis bersama Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban guna membahas rencana kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Pertemuan yang digelar pada Senin, (4/5/2026) ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi pendidikan vokasi yang terintegrasi antara jenjang menengah dan pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya peningkatan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Dalam forum ini, kedua belah pihak membahas secara komprehensif arah dan bentuk kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU.
Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin siswa tidak hanya kuat dalam teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sebagai bekal masa depan,” ujarnya.
Politeknik Mapena Tuban sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang berfokus pada pengembangan agribisnis, hortikultura, dan peternakan, menyambut baik rencana kolaborasi ini. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik, pihak politeknik siap mendukung penguatan kompetensi siswa melalui berbagai program yang dirancang bersama.
Dalam pembahasan MoU, sejumlah program strategis menjadi fokus utama, di antaranya pengembangan kelas reguler berbasis vokasi di Mamsaka. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan kurikulum akademik dengan keterampilan vokasional sejak dini. Selain itu, kerja sama juga mencakup kegiatan pengenalan dunia kampus, pelatihan berbasis praktik, serta penyusunan kurikulum kolaboratif yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Tidak hanya itu, peluang bagi lulusan Mamsaka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang vokasi di Politeknik Mapena Tuban juga menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan. Hal ini diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi siswa dalam menentukan masa depan pendidikan mereka.
Secara pedagogis, kolaborasi ini membuka peluang penerapan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual. Siswa nantinya dapat terlibat langsung dalam praktik di bidang pertanian dan peternakan sesuai potensi lokal, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan bermakna.
Pertemuan ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen bersama. Dengan adanya kerja sama ini, Mamsaka optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya berkarakter dan berdaya saing, tetapi juga siap menghadapi tantangan global.
Penulis Zakhiru Rahma Zaha





0 Tanggapan
Empty Comments