Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 32 mengajak ibu-ibu PKK Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi pada hari Selasa (25/8/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung di Balai Dusun Krajan pada pukul 14.00–16.00 WIB dan diikuti 26 ibu-ibu PKK. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah sekaligus melatih keterampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Minyak jelantah yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan. Di Dusun Krajan, limbah minyak jelantah rumah tangga masih kerap dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN MAs Kelompok 32 untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan minyak jelantah sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatannya.
Kegiatan diawali dengan pengisian pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Mahasiswa kemudian memberikan penyuluhan mengenai risiko penggunaan dan pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap kesehatan dan lingkungan.
Setelah penyuluhan, peserta mengikuti praktik pembuatan lilin aromaterapi secara berkelompok. Tahapan praktik meliputi penyaringan minyak jelantah, pemanasan, pencampuran dengan asam stearat, penambahan minyak esensial, pencetakan, hingga proses pendinginan.
Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan dengan beberapa pilihan aroma minyak esensial, yakni stroberi, jasmine, lily of the valley, lavender, dan white musk.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai dampak minyak jelantah terhadap kesehatan keluarga serta peluang mengembangkan lilin aromaterapi sebagai produk yang dapat dipasarkan.
Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 73,08 pada pretest menjadi 90,77 pada posttest. Seluruh peserta juga memperoleh skor minimal 70 pada posttest.
Salah seorang peserta dari PKK Dusun Krajan mengaku mendapatkan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia menilai pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha.
“Seneng banget ikut kegiatan ini, jadi tahu kalau minyak bekas goreng ternyata bisa dibikin lilin yang wangi. Bisa buat pengharum rumah, bisa juga dijual, lumayan buat tambahan,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan salah seorang kader PKK Dusun Krajan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN MAs Kelompok 32 yang sudah mau berbagi ilmu dan mendampingi ibu-ibu di sini. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa terus dipraktikkan dan bermanfaat, bahkan bisa jadi usaha tambahan bagi warga,” ujarnya.
Selain memberikan keterampilan pengolahan limbah, kegiatan tersebut juga membuka peluang pengembangan produk rumahan berbasis daur ulang. Lilin aromaterapi yang dihasilkan berpotensi dikembangkan sebagai produk yang dapat dipasarkan oleh ibu-ibu PKK Dusun Krajan.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 32 merekomendasikan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam standardisasi takaran produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan produk secara lebih konsisten dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs 2026 Kelompok 32 berupaya mendorong masyarakat untuk mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menumbuhkan keterampilan dan semangat kewirausahaan masyarakat di tingkat dusun. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments