Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Bentuk Generasi Berani Lawan Bullying, PCNA Paciran Gelar Triwulan VIII

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Bentuk Generasi Berani Lawan Bullying, PCNA Paciran Gelar Triwulan VIII
Gambar saat pembukaan acara triwulan VIII PCNA Paciran (M. Mahmud/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Paciran, Lamongan, mengajak kader perempuan muda menjadi pelopor gerakan antiperundungan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Triwulan VIII yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Kandangsemangkon, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–13.00 WIB ini diikuti puluhan kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai ranting se-Kecamatan Paciran. Dengan mengangkat tema pencegahan bullying, pertemuan rutin tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan peran kader dalam melindungi anak dan remaja dari tindakan perundungan.
Dalam pemaparannya, narasumber Dr. Hjh. Erly Juliyani, S.E., M.M., membahas berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga perundungan siber atau cyberbullying. Perilaku tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis dan kesehatan mental anak.
Melalui kegiatan ini, kader dibekali pemahaman untuk mengenali perundungan, membangun keberanian membela korban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Pendekatan edukatif juga diperkuat dengan nilai-nilai Islam, seperti akhlakul karimah, saling menghargai, dan persaudaraan.
Kader Jadi Pelopor Lingkungan Aman
Ketua PCNA Paciran menyampaikan bahwa kegiatan Triwulan VIII merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial dari ancaman kekerasan.
“Kita tidak ingin anak-anak kita tumbuh dalam rasa takut. Kader Nasyiatul Aisyiyah harus berada di garis depan untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari intimidasi. Melalui Triwulan VIII ini, kita songsong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berani bersuara menolak segala bentuk perundungan,” ungkapnya.
Ia berharap kader di setiap ranting dapat berperan sebagai tempat pengaduan dan pendampingan yang ramah anak. Sinergi antara kader, sekolah, dan orang tua juga perlu diperkuat agar anak-anak tumbuh dengan percaya diri dan berakhlak mulia.
Ketua Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PR NA) Kandangsemangkon, Ira Widyanti, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan persoalan yang dihadapi anak-anak muda saat ini.
“Isu bullying bukan lagi hal yang bisa diabaikan, karena dampaknya nyata bagi mental anak-anak. Melalui acara ini, kami mendapatkan pemahaman dan bekal konkret tentang bagaimana mengedukasi serta mendampingi anak-anak agar berani bersuara dan saling melindungi,” tuturnya.
Ira berharap semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan hingga tingkat ranting sehingga NA mampu menjadi ruang yang aman bagi generasi muda.
Dukungan juga disampaikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kandangsemangkon. Dalam sambutannya, perwakilan PRM menegaskan bahwa pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh organisasi otonom Muhammadiyah.
Melalui Triwulan VIII ini, PCNA Paciran berharap lahir gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang bebas dari kekerasan, sekaligus membentuk generasi muda yang berani, peduli, dan saling melindungi. (*)

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026
Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 06/11/2026 17:52
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu