Tak percaya? Penulis produktif ini sudah menulis 60 lebih buku dan sebagiannya diserahkan ke SMPM 12 Paciran. Sosok itu adalah Ustadz Fathurrahim Syuhadi, SE., MM., M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan yang juga Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur.
Bukti itu terlihat langsung di Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan Lantai 3 SMPM 12 Paciran, Jumat (6/11/2026). Usai memberikan materi jurnalisme dalam Workshop Teras, ia tidak langsung pulang. Ia justru mengeluarkan beberapa buku karya beliau dan menyerahkannya langsung kepada Gondo Waloyo.
Momen penyerahan itu diabadikan dalam foto. Tampak Fathurrahim Syuhadi dengan batik hitam bermotif menyerahkan buku berjudul _Bersama Menulis Menuju Kreasi_ dan buku lainnya kepada Gondo Waloyo yang mengenakan batik Sendang berwarna merah. Di belakang mereka, terpampang jelas backdrop bertuliskan Teras Workshop – Dari Literasi Menuju Kreasi.
Buku itu bukan sekadar cinderamata. Buku itu adalah bukti nyata dari tema workshop hari itu.
“Kalau saya yang sudah tua ini bisa menulis 60 buku lebih, kalian yang masih muda pasti bisa menulis lebih banyak lagi,” ujar Fathurrahim saat menyerahkan buku tersebut.
Beliau hadir ke Paciran bukan hanya untuk memberi materi tentang 5W+1H atau teknik wawancara. Beliau hadir untuk memotivasi santri Pondok Pesantren Al-Ishlah dan siswa SMPM 12 Paciran yang mengikuti Workshop Teras.
Bagi peserta, penyerahan buku itu menjadi momen yang paling diingat. Mereka selama ini hanya mendengar cerita tentang penulis produktif. Hari itu, mereka melihat langsung penulisnya, memegang langsung bukunya, dan mendengar langsung kisah perjuangannya menulis.
Sri Asian yang memimpin acara tersebut mengaku terharu. Sebagai pembimbing jurnalis Teras bersama Naxifatun Nisak, Yasifun dan Fazid Ulya Nahari, ia merasa buku itu adalah warisan yang harus dilanjutkan.
“Buku ini bukan untuk dipajang di lemari. Buku ini untuk dibaca, ditiru semangatnya, dan dilanjutkan oleh anak-anak Teras. Kalau Ustadz Fathurrahim bisa 60 buku, anak Spemudas harus bisa 61 buku,” ujar Sri Asian.
Di bawah asuhan Sri Asian, Teras Spemudas memang sedang menargetkan lahirnya penulis-penulis buku dari kalangan pelajar. Workshop bertema Dari Literasi Menuju Kreasi ini adalah langkah awalnya.
Dan kini, langkah itu semakin nyata. Karena sebagian dari 60 lebih buku itu sudah berada di SMPM 12 Paciran. Tinggal dibaca, dipelajari, dan dijadikan pemantik untuk berkarya.
Dari Paciran, dari sebuah penyerahan buku yang sederhana, lahir sebuah keyakinan baru: menulis buku itu bukan milik penulis besar di kota besar saja. Menulis buku itu milik siapa saja yang mau mulai menulis, termasuk santri dan siswa SMP. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments