Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), usil adalah kata sifat (adjektiva) yang berarti, suka mengusik atau mengganggu orang lain, suka memperolok-olok, dan suka mencampuri urusan orang lain.
Para Rasul dan Nabi, salah satu ujiannya adalah biasa diusili dan diolok-olok oleh oleh orang-orang kafir dan kaum musyrikin.
Ajaran yang dibawa oleh mereka ada saja yang menjadi bahan olok-olok mereka. Padahal tanpa disadari bahwa sebenarnya Allah Azza Wa Jalla yang mengolok-olok diri mereka. (QS. Al Baqarah :14-15).
Pengalaman para Rasul dan Nabi yang diusili dan diolok-olok oleh orang-orang kafir dan kaum musyrikin. Antara lain sebagai berikut:
Nabi Nuh Diusili dan Diolok-olok
Nabi Nuh alaihi sallam yang berusia hingga 950 tahun dalam berdakwah tidak banyak orang yang menjadi pengikutnya.
Namun kesabarannya luar biasa dalam perjalanan dakwah yang penuh dengan tantangan.
Sikap usil dan olok-olok dari orang-orang kafir di zamannya terus berlangsung. Hingga Nuh alaihi sallam membuat bahtera atau kapal besar tetap diolok- olok.
Padahal bahtera itu untuk keselamatan para pengikutnya dari bencana banjir besar, sebagai azab Allah kepada mereka yang kafir.
Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla berikut ini. “Dan mulailah dia (Nuh) membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melalui. nya, mereka mengejek (mengusili)-nya. Dia (Nuh) berkata, ‘Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu (telah) mengejek (kami).'” (QS. Hud: 38).
Nabi Ibrahim diusili dan balasannya
Pada zaman Nabi Ibrahim alaihi sallam juga terjadi, orang kafir bersikap usil dan olok-olok. Beliau dikatakan sebagai orang yang main-main. dalam dakwahnya. (QS. Al Ambiya:55-56).
Namun Ibrahim alaihi sallam tidak diam untuk terus mengolok-olok mereka juga dalam rangka mengingatkan agar faham tentang kelemahan berhala yang mereka sembah. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung besar itulah yang melakukannya, maka tanyakan lah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.” (QS. Al Ambiya :62-63).
Nabi Muhammad Diusili
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengalami diusili dan diolok-olok oleh kaum kafir Quraisy, dengan dikatakan sebagai benar- benar orang gila. (QS. Al Hijr:6).
Bahkan Al Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diolok–olok sebagai mimpi yang kacau hasil rekayasa beliau. Disebutkan pula sebagai kebohongan yang diadakan-adakannya. (QS. Al Ambiya:5, Al Furqon:4).
Sikap usil orang-orang kafir pada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang paling berat, sebagaimana disebutkan dalam hadits sebagai berikut.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menceritakan…, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat di dekat Ka’bah sementara Abu Jahal dan teman-temannya duduk di dekat beliau. Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Siapa dari kalian yang dapat mendatangkan isi perut (jeroan) unta milik bani fulan, lalu ia letakkan di punggung Muhammad saat dia sujud? ‘
Maka berangkatlah orang yang paling celaka dari mereka, ia lalu datang kembali dengan membawa kotoran unta tersebut.
Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, ‘Siapa dari kalian yang dapat mendatangkan isi perut (jeroan) unta milik bani fulan, lalu ia letakkan di punggung Muhammad saat dia sujud? ‘ Maka berangkatlah orang yang paling celaka dari mereka, ia lalu datang kembali dengan membawa kotoran unta tersebut.
Orang itu lantas menunggu dan memperhatikan, maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sujud kotoran itu ia letakkan di punggung beliau di antara kedua pundaknya. Sementara aku hanya bisa melihatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Duh, sekiranya aku bisa mencegah!…”. (HR. Bukhari no 233).
Larangan Berbuat Usil dan Olok-olok
Sikap usil dan suka mengolok- olok itu juga termasuk penyakit hati dan berdosa bagi yang melakukannya.






0 Tanggapan
Empty Comments