Membiasakan anak tertib berlalu lintas dapat dimulai sejak bangku sekolah dasar. Bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga dengan memberikan pengalaman langsung agar anak memahami pentingnya keselamatan.
Pendekatan inilah yang dilakukan SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya melalui Assembly Learning kelas I bertema “Stop, Look, Go! Yuk Kenali Aturan Lalu Lintas!”, Jumat (6/11/2026).
Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas siswa berubah menjadi miniatur jalan raya. Berbagai rambu lalu lintas, jalur penyeberangan, kendaraan, hingga palang pintu kereta api disiapkan untuk mendukung simulasi.
Melalui suasana tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap pengguna jalan memiliki aturan yang harus dipatuhi. Mereka juga belajar mengambil keputusan sederhana, seperti menentukan tempat menyeberang yang aman, memperhatikan kendaraan yang melintas, dan bersikap tertib ketika melewati perlintasan kereta api.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., saat membuka kegiatan pukul 08.00 WIB, menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual agar siswa dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran Assembly Learning dengan tema ‘Stop, Look, Go! Yuk Kenali Aturan Lalu Lintas!’ menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Harapannya, kalian semua dapat melihat dengan jelas bagaimana sikap kita saat berada di jalan raya,” ungkap Ely.
Pembelajaran Aturan Lalu Lintas
Menurut Kaur Kurikulum, Fahmi Muqoddas, S.Pd., metode bermain peran menjadi salah satu cara untuk membuat anak lebih mudah memahami aturan lalu lintas.
“Anak-anak mendapatkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan melalui role play atau bermain peran berkaitan dengan pengenalan aturan dan rambu lalu lintas,” jelasnya.
Fahmi menambahkan, siswa tidak hanya dikenalkan pada bentuk dan fungsi rambu, tetapi juga diajak mempraktikkan perilaku aman ketika berada di jalan.
“Ketika akan menyeberang jalan, anak-anak belajar mencari tempat penyeberangan yang aman dan memperhatikan keadaan sekitar. Mereka juga belajar tertib saat melewati perlintasan kereta api,” tambahnya.
Guru kelas I, Aghfanny Prajna Paramitha, S.Ag., S.Pd., melihat kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, pemahaman tentang lalu lintas berkaitan erat dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan.
“Dengan memahami rambu-rambu, anak-anak belajar menjadi anak yang tertib, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan,” tuturnya.
Ia juga menghubungkan kegiatan tersebut dengan Habits 1 – Be Proactive dalam program Leader in Me.
“Anak-anak diharapkan memiliki inisiatif untuk melakukan hal-hal baik, termasuk menjadi pelopor keselamatan di jalan. Jadi, mereka tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga belajar menerapkannya,” jelas Aghfanny.
Pembelajaran ini mendapat sambutan antusias dari siswa. Haikal Nadhim El Zafran mengaku senang mengikuti simulasi, terutama ketika mengenal rambu dan mengendarai kendaraan mainan.
“Aku suka membawa mobil. Kita belajar berlalu lintas,” katanya.
Melalui miniatur jalan raya tersebut, Sekolah Kreatif Baratajaya berupaya menanamkan kesadaran bahwa keselamatan bukan sekadar pengetahuan, melainkan kebiasaan yang perlu dibangun sejak dini. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pengguna jalan yang disiplin sekaligus berani mengingatkan orang di sekitarnya untuk tertib berlalu lintas. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments