Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 97 mengajak warga Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, membuat spray anti nyamuk alami.
Pelatihan tersebut digelar di Balai Desa Wringinsongo pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan itu menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN MAS Kelompok 97 yang berfokus pada isu kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa menggagas kegiatan tersebut setelah melihat keluhan warga yang sering terganggu gigitan nyamuk, terutama saat musim pancaroba. Dari hasil pengamatan di desa dan survei ke Polindes setempat, mahasiswa kemudian memilih memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh warga.
Alih-alih hanya menyampaikan imbauan mengenai bahaya nyamuk, mahasiswa KKN mengenalkan pembuatan spray dengan bahan-bahan alami yang dinilai mudah diperoleh.
Dalam pelaksanaannya, warga menyimak penjelasan mengenai proses pembuatan spray, mulai dari pemilihan bahan hingga takaran yang digunakan.
Mahasiswa KKN juga memperlihatkan hasil praktik pembuatan yang telah mereka lakukan. Spray anti nyamuk tersebut kemudian dibagikan kepada ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan di Balai Desa Wringinsongo.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wringinsongo, Lia, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai proses pembuatan spray tidak sesulit yang dibayangkan dan dapat diterapkan sendiri di rumah.
“Kami jadi tahu ternyata bikin spray anti nyamuk itu tidak sesulit yang dibayangkan. Bahannya juga sederhana, jadi nanti bisa kami terapkan sendiri di rumah masing-masing,” ungkapnya di sela kegiatan.
Hal serupa disampaikan Erni, salah seorang warga yang mengikuti pelatihan. Ia mengaku baru mengetahui bahwa bahan-bahan di sekitar rumah dapat diolah menjadi produk yang selama ini biasa dibeli.
“Selama ini kalau butuh anti nyamuk ya tinggal beli. Sekarang jadi tahu caranya bikin sendiri, dan katanya lebih aman juga untuk anak-anak di rumah,” katanya sambil menunjukkan botol spray hasil buatannya.
Mahasiswa KKN MAS Kelompok 97 menjelaskan, pemilihan tema kegiatan berangkat dari pengamatan terhadap kondisi di Desa Wringinsongo serta survei yang dilakukan ke Polindes setempat.
Mereka kemudian berupaya menghadirkan solusi yang dapat langsung dipraktikkan masyarakat dengan menggunakan bahan yang murah dan mudah ditemukan.
“Dari situ kami berpikir, daripada hanya menyampaikan imbauan soal bahaya nyamuk, lebih baik kami beri solusi yang bisa langsung dipakai warga. Makanya kami pilih bahan-bahan alami yang murah dan mudah dicari, supaya ibu-ibu di sini bisa bikin sendiri tanpa harus keluar biaya lebih,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun interaksi langsung dengan warga selama menjalankan masa pengabdian di Desa Wringinsongo.
Mahasiswa KKN MAS Kelompok 97 berharap keterampilan yang dibagikan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Ibu-ibu PKK diharapkan dapat terus membuat spray tersebut secara mandiri di rumah.
Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk rumahan yang berpotensi menambah penghasilan keluarga.
Pelatihan pembuatan spray anti nyamuk alami pun menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN MAS Kelompok 97 untuk menghadirkan kegiatan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat Desa Wringinsongo.





0 Tanggapan
Empty Comments