Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur kembali menggelar program strategis dalam penguatan fungsi masjid melalui Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 2. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026, bertempat di Masjid Al Fatah Tulungagung.
Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur, Dr. Hasan Ubaidillah, menegaskan bahwa AM3 merupakan bagian dari upaya sistematis Muhammadiyah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas marbot masjid sebagai garda terdepan pelayanan umat.
“Marbot bukan sekadar penjaga masjid, tetapi juga pelayan umat yang memiliki peran strategis dalam memakmurkan masjid. Karena itu, mereka perlu dibekali dengan keterampilan manajerial, spiritual, dan sosial yang memadai,” ujar Dosen UMSIDA ini
Menurutnya, pelaksanaan AM3 Batch 2 ini menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem masjid yang hidup, produktif, dan berdaya guna bagi masyarakat. Selama tiga hari, para peserta akan mendapatkan materi tentang manajemen masjid, pelayanan jamaah, kebersihan dan perawatan fasilitas, hingga penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, yang merupakan perwakilan dari masjid-masjid Muhammadiyah. Tercatat sebanyak 15 kelompok masjid turut ambil bagian, masing-masing mengirimkan 3 hingga 5 peserta.
Beberapa di antaranya berasal dari Masjid Al Khobar Pendil Probolinggo, Masjid An Nur Glagahagung Banyuwangi, Masjid Mujahidin Paiton Probolinggo, Masjid At-Taqwa Rogojampi Banyuwangi, hingga Masjid Darul Arqom Pakisaji Malang. Selain itu, peserta juga datang dari Tulungagung, Sidoarjo, Nganjuk, Kediri, Blitar, dan wilayah lainnya.
Hasan Ubaidillah menambahkan, keberagaman asal peserta menunjukkan tingginya antusiasme pengurus masjid Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid.
“Ini adalah gerakan seluruh bersama untuk memakmurkan masjid. Kita ingin masjid Muhammadiyah tidak hanya ramai secara fisik, tetapi juga hidup secara fungsi—menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat,” tegas pria yang dikenal humble ini
/
Lebih lanjut, ia berharap para peserta AM3 dapat menjadi agen perubahan di masjid masing-masing, membawa semangat baru dalam pengelolaan masjid yang lebih profesional dan berkemajuan.
“Sepulang dari sini, mereka diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat, serta menginspirasi marbot lain untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.
Dengan digelarnya AM3 Batch 2 ini, LPCRPM PWM Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat yang mencerahkan dan memberdayakan umat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments