Para pengajar di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik memiliki tradisi unik untuk mengawali hari.
Hal ini sebagaimana terlihat jelang aktivitas belajar mengajar, Jumat (31/7/2026).
Setiap pagi, seluruh ustadz dan ustadzah berkumpul dan khusyuk menyimak serta melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an melalui program rutin bertajuk Ngaji Morning.
Kegiatan pembiasaan ini dilaksanakan setiap hari sekolah pada pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Agar pelaksanaan berjalan efektif, teratur, dan kondusif, para ustadz dan ustadzah dibagi ke dalam beberapa kelompok pembinaan yang telah dijadwalkan secara bergantian di setiap harinya.
Ikhtiar Bersihkan Hati
Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amiliyah SPd, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas konsistensi pelaksanaan program ini.
“Alhamdulillah, Ngaji Morning Ustadz/Ustadzah telah menjadi salah satu budaya positif di SD Muhammadiyah Manyar yang kami laksanakan setiap pagi sebelum memulai aktivitas. Kegiatan ini bukan sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi ikhtiar untuk membersihkan hati, menguatkan keimanan, serta menumbuhkan semangat dan keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik” terang Athiq.
“Saya meyakini bahwa guru yang dekat dengan Al-Qur’an akan menghadirkan keteladanan terbaik bagi peserta didik” tuturnya.
Di samping itu, ia juga menambahkan harapannya untuk keberlanjutan program tersebut bagi seluruh warga sekolah.
“Semoga istiqamah dalam Ngaji Morning senantiasa menghadirkan keberkahan bagi seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah Manyar. Dengan hati yang terhubung kepada Allah SWT dan nilai-nilai Al-Qur’an, insyaallah kita mampu mewujudkan lingkungan belajar yang penuh rahmat, mendidik generasi yang berakhlakul karimah, berprestasi, serta membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah” tegasnya.
Di sisi lain, Penanggung Jawab Al-Qur’an Learning SDMM, Siti Madinah SPd menerangkan tujuan utama program Ngaji Morning bagi para pendidik di SDMM.
“Tujuan diadakannya Ngaji Morning bagi Ustadz dan Ustadzah adalah pertama, mendekatkan diri kepada Allah melalui tilawah dan tadabbur Al-Qur’an di waktu pagi yang berkah. Kedua, meningkatkan kompetensi dalam hal membaca, menghafal, dan pemahaman Al-Qur’an” papar Siti Madinah.
Poin Terpenting
Lebih lanjut, Siti Madinah juga menekankan esensi penting di balik rutinnya kegiatan ini diselenggarakan setiap pagi.
“Selain tujuan di atas, poin terpenting Ngaji Morning ini diadakan yaitu dengan harapan agar para Ustadz dan Ustadzah senantiasa disirami oleh cahaya Al-Qur’an. Sehingga lisan yang mengajar, hati yang membina, dan akhlak yang dicontohkan menjadi cerminan dari nilai-nilai Al-Qur’an itu sendiri” tambahnya.
Antusiasme dan manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh para guru. Salah satu pengajar, Ida Poerwaningrum SPd mengungkapkan kesan pribadinya selama mengikuti pembiasaan Ngaji Morning.
“Melalui Ngaji Morning, saya belajar untuk lebih memperhatikan makharijul huruf, bacaan dengung (ghunnah), serta melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih jelas dan benar. Pembiasaan ini menjadi pengingat agar senantiasa lebih hati-hati dan teliti dalam membaca Al-Qur’an” terangnya.
Baginya pribadi, kegiatan ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga. Sebab tidak hanya memperbaiki bacaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas tilawah.
Melalui keberlanjutan program Ngaji Morning, SDMM terus berkomitmen untuk tidak hanya mencetak siswa yang berakhlak dan berprestasi. Tetapi juga menjaga kualitas serta keteladanan para pendidiknya sebagai benteng utama pendidikan Islam.





0 Tanggapan
Empty Comments