Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

CPA Kelas 1 SD Muhammadiyah 18 Surabaya Belajar di Alas Prambon

Iklan Landscape Smamda
CPA Kelas 1 SD Muhammadiyah 18 Surabaya Belajar di Alas Prambon
Wajah antusias siswa SD Muhammadiyah 18 Surabaya mendengarkan informasi tentang berbagai satwa yang ada di Alas Prambon. Foto: Nidya/PWMU.CO
pwmu.co -

Sebanyak 104 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 18 Surabaya mengikuti Ceria Pandu Athfal (CPA) di Alas Prambon, Sidoarjo, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Dari HW Tumbuh Pemimpin Hebat, Berjiwa Inovatif, Kreatif, dan Bersahabat dengan Alam”, kegiatan ini mengajak siswa belajar melalui berbagai aktivitas luar ruang. Di antaranya outbound, flying fox, mengenal satwa, menanam cabai, memanen bayam, berenang, dan bermain lumpur.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas rekreatif. CPA dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk menumbuhkan keberanian, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sejak kegiatan dimulai, siswa mengikuti senam pembukaan dengan penuh antusias. Setelah itu, mereka berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya dengan pendampingan guru dan instruktur.

Belajar Berani Melalui Flying Fox

Outbound dan flying fox menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian siswa. Bagi sebagian siswa kelas 1, meluncur dari ketinggian merupakan pengalaman baru yang cukup menantang.

Beberapa siswa sempat ragu sebelum mencoba. Namun, setelah mendapat arahan dan dukungan dari guru serta teman-temannya, mereka akhirnya berani meluncur. Senyum dan teriakan kegembiraan pun terdengar setelah mereka berhasil menyelesaikan tantangan.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa keberanian dapat tumbuh ketika anak berani mencoba sesuatu yang sebelumnya dianggap menakutkan.

Siswa yang menunggu giliran juga mendapatkan pengalaman berharga. Mereka belajar mengikuti instruksi, bersabar, memberikan semangat kepada teman, serta menjaga keselamatan bersama.

Ketua kegiatan CPA Kelas 1, Ustadzah Nidya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia kelas 1.

“Kami ingin anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar berani mencoba, mandiri, disiplin, bekerja sama, dan mengikuti aturan,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran di alam memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan pembelajaran di dalam kelas.

“Anak-anak kelas 1 sangat senang bereksplorasi. Karena itu, kami memberikan ruang kepada mereka untuk belajar sambil bermain. Harapannya, pengalaman hari ini menjadi bekal untuk membentuk karakter mereka sejak dini,” tambahnya.

Mengenal Satwa hingga Memanen Sayur

Selain aktivitas yang menguji keberanian, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar tentang lingkungan. Mereka diajak mengenal berbagai jenis satwa dan berinteraksi lebih dekat dengan alam.

Siswa kemudian mengikuti kegiatan menanam cabai dan memanen sayur bayam. Dengan tangan sendiri, mereka mencoba menyentuh tanah, menanam, hingga memanen hasil tanaman.

SMPM 5 Pucang SBY

Aktivitas tersebut menjadi pembelajaran sederhana tentang proses menghasilkan bahan pangan. Siswa dikenalkan bahwa tanaman membutuhkan proses untuk tumbuh hingga menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan.

Dari kegiatan itu, siswa juga belajar tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Berenang dan Bermain Lumpur

Setelah mengikuti berbagai aktivitas, siswa menikmati kegiatan berenang dan bermain lumpur. Suasana pun semakin meriah dengan tawa dan keceriaan anak-anak.

Bermain lumpur menjadi pengalaman eksplorasi bagi siswa. Mereka belajar berani bersentuhan dengan alam, menjaga kebersihan diri setelah bermain, serta membangun interaksi dan kebersamaan dengan teman.

Geisha, salah satu siswa kelas 1, mengaku senang mengikuti kegiatan CPA di Alas Prambon.

“Seru sekali. Aku paling suka flying fox, berenang, dan bermain lumpur. Aku juga senang karena bisa bermain bersama teman-teman,” ungkapnya.

Menanam Karakter Kepemimpinan Sejak Dini

Rangkaian kegiatan CPA tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diberikan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan dunia anak.

Saat mencoba flying fox, siswa belajar keberanian. Ketika menunggu giliran, mereka belajar disiplin. Saat menyemangati teman, mereka belajar peduli. Ketika menanam dan memanen, mereka belajar bertanggung jawab terhadap alam. Sementara saat bermain bersama, mereka belajar bekerja sama.

Ustadzah Nidya berharap pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses tumbuh kembang siswa dalam membangun karakter kepemimpinan.

“Pemimpin hebat tidak tumbuh hanya dari teori, tetapi dari kebiasaan dan pengalaman. Kami ingin sejak kelas 1 anak-anak sudah belajar berani mengambil kesempatan, bertanggung jawab, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

Kegiatan CPA Kelas 1 di Alas Prambon menjadi ruang belajar yang mempertemukan permainan, alam, dan pendidikan karakter. Siswa tidak hanya pulang membawa cerita tentang flying fox, berenang, dan bermain lumpur, tetapi juga pengalaman tentang keberanian, kemandirian, persahabatan, serta kepedulian terhadap alam.

Melalui Hizbul Wathan, siswa belajar menumbuhkan karakter pemimpin yang inovatif, kreatif, berani, dan bersahabat dengan alam. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 11/09/2026 13:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu