Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Jumat Smamita Ajak Warga Sekolah Menjaga Alam, Jadikan Menanam Pohon sebagai Sedekah

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Jumat Smamita Ajak Warga Sekolah Menjaga Alam, Jadikan Menanam Pohon sebagai Sedekah
Ibnu Mujtahid Dzakiya mengajak seluruh jamaah dalam khotbah Jumat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
Oleh : Nashiiruddin

Menjaga kelestarian alam bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Pesan tersebut mengemuka dalam Khotbah Jumat di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Jumat (11/9/2026).

Khotbah yang disampaikan siswa International Class XII-5 Smamita, Ibnu Mujtahid Dzakiya, mengajak seluruh warga sekolah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menegaskan, Islam mengajarkan manusia menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kerusakan.

“Alam adalah amanah besar dari Allah kepada manusia. Allah tidak menciptakan bumi ini dengan sia-sia. Gunung, sungai, laut, hewan, dan tumbuhan semuanya memiliki peran dalam menjaga keseimbangan kehidupan,” tuturnya.

Menurut Ibnu, manusia yang diberi akal dan kemampuan untuk mengelola bumi tidak seharusnya berubah menjadi perusak. Berbagai tindakan seperti pembalakan liar, pembakaran hutan, dan pencemaran lingkungan dapat memicu persoalan, mulai dari banjir dan kekeringan hingga perubahan iklim.

Ia kemudian mengingatkan jamaah dengan firman Allah dalam Surat ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia.

“Banjir, longsor, polusi, atau hilangnya kesuburan tanah seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk kembali menjaga keseimbangan yang telah Allah ciptakan,” jelasnya.

Menanam Pohon adalah Sedekah

Dalam khotbahnya, Ibnu mengajak jamaah melihat aktivitas sederhana dari perspektif ibadah. Salah satunya adalah menanam pohon.

Ia menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa tanaman yang ditanam seorang Muslim kemudian dimanfaatkan manusia, burung, maupun hewan akan menjadi sedekah baginya.

“Menanam pohon bukan hanya aktivitas menjaga lingkungan, tetapi juga ibadah. Setiap daun yang tumbuh, buah yang dimakan, dan manfaat yang diberikan pohon tersebut dapat menjadi amal bagi orang yang menanamnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, satu pohon memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Pohon dapat membantu menahan air hujan, menjaga tanah, memberikan keteduhan, menghasilkan oksigen, sekaligus menjadi tempat hidup bagi makhluk lainnya.

“Betapa besar hikmah yang terkandung dalam satu bibit yang kita tanam,” katanya.

Ibnu kemudian mengajak warga sekolah tidak menunggu program besar untuk menjaga lingkungan. Gerakan tersebut dapat dimulai dari tempat terdekat, seperti rumah, masjid, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

“Jangan menunggu program besar atau bantuan dana. Mulailah dari halaman rumah, pekarangan masjid, sekolah, atau tanah warga. Satu langkah kecil bisa menjadi amal besar,” pesannya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menanam Harapan untuk Generasi

Ibnu menegaskan, menanam pohon pada hakikatnya adalah menanam harapan untuk masa depan.

“Satu pohon yang kita tanam hari ini bisa menjadi bagian dari ikhtiar menyelamatkan generasi di masa depan. Pohon yang tumbuh juga dapat menjadi saksi bahwa kita pernah berbuat sesuatu untuk bumi yang kita pijak,” ujarnya.

Ia mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai Islam rahmatan lil alamin. Menurutnya, menjadi rahmat bagi seluruh alam tidak cukup diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kehidupan.

“Menanam pohon berarti menanam harapan untuk udara yang bersih, tanah yang subur, dan generasi yang sehat. Ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah atas bumi yang telah diberikan kepada kita,” katanya.

Ia juga mengutip hadis yang diriwayatkan Ahmad tentang anjuran untuk tetap menanam ketika seseorang memiliki bibit pohon, bahkan ketika hari kiamat telah terjadi.

“Ini menunjukkan betapa dalam maknanya. Menanam bukan hanya tentang hasil yang kita lihat, tetapi tentang niat menjaga kehidupan dan melakukan kebaikan,” tuturnya.

Menutup khotbah, Ibnu mengajak seluruh jamaah menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Mari mulai dari diri sendiri dan tempat kita berdiri. Jadikan masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga pusat gerakan hijau. Jadikan sekolah, kampus, dan rumah kita sebagai tempat lahirnya pohon-pohon kehidupan,” ajaknya.

Ia berharap warga Smamita menjadi generasi yang tidak hanya peduli terhadap masa depan manusia, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlangsungan alam.

“Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang menanam, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Setiap kebaikan yang kita tanam dengan niat ikhlas insyaallah akan menjadi bekal bagi kita,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 11/09/2026 13:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu