Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Jumat: Saat Takdir Tak Sesuai Harapan, Tetaplah Berbaik Sangka kepada Allah

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Jumat: Saat Takdir Tak Sesuai Harapan, Tetaplah Berbaik Sangka kepada Allah
Foto: yaqeeninstitute.org

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَتَقْوَى اللَّهِ فَوْزٌ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam kehidupan, setiap manusia akan menghadapi berbagai keadaan. Ada saat ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita harapkan. Ada pula saat ketika apa yang terjadi justru jauh dari keinginan kita. Kita mendapatkan kelapangan rezeki, tetapi ada pula masa ketika kehidupan terasa berat.

Di tengah berbagai keadaan tersebut, seorang Muslim perlu memiliki sikap optimis dan selalu berbaik sangka kepada Allah atau husnuzan kepada Allah.

Optimisme seorang Muslim berarti tetap memiliki harapan kepada Allah dalam keadaan apa pun. Ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, kita bersyukur. Ketika menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, kita tetap percaya bahwa Allah memiliki hikmah di balik apa yang terjadi.

Allah mengingatkan manusia bahwa dirinya memang memiliki kelemahan. Allah berfirman dalam Surah an-Nisa ayat 28:

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kelemahan merupakan bagian dari sifat manusia. Karena itu, merasa sedih, kecewa, takut, atau lemah ketika menghadapi persoalan adalah sesuatu yang manusiawi. Namun, seorang Muslim tidak boleh membiarkan dirinya tenggelam dalam keputusasaan.

Allah berfirman dalam Surah Yusuf ayat 87:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Al-Qur’an menyebut manusia sebagai makhluk yang lemah, tetapi pada saat yang sama melarang manusia berputus asa. Ini menunjukkan bahwa Islam memahami kelemahan manusia sekaligus memberikan jalan untuk menghadapinya.

Manusia memiliki kecenderungan kepada kebaikan dan keburukan. Allah berfirman dalam Surah asy-Syams:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“Lalu Dia mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaannya.”

Karena memiliki kecenderungan tersebut, manusia perlu terus melatih dirinya. Termasuk melatih cara berpikir ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Jamaah Jumat,

Salah satu persoalan manusia adalah sering kali kita melihat suatu peristiwa hanya dari sudut pandang diri sendiri. Kita menilai sesuatu berdasarkan apa yang kita sukai dan apa yang kita inginkan. Padahal, apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita, dan apa yang tidak kita sukai belum tentu buruk bagi kita.

Allah berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini mengajarkan bahwa pengetahuan manusia terbatas. Kita hanya melihat apa yang ada di depan mata, sementara Allah mengetahui keseluruhan keadaan, termasuk apa yang akan terjadi setelahnya.

Karena itu, ketika menghadapi takdir yang tidak sesuai dengan keinginan, seorang Muslim perlu belajar melihat dengan apa yang dapat disebut sebagai kacamata hikmah. Kita berusaha mencari pelajaran, manfaat, dan kebaikan yang mungkin belum terlihat.

Sesuatu yang menurut kita buruk, belum tentu seluruhnya buruk. Sakit, misalnya, dapat menjadi ujian. Tetapi sakit juga dapat menjadi sebab gugurnya dosa dan menjadi jalan bagi seseorang untuk semakin dekat kepada Allah.

Musibah juga dapat membuka jalan bagi kebaikan yang sebelumnya tidak kita bayangkan.

Kita dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa alam. Ketika Gunung Merapi meletus, abu vulkanik dapat merusak tanaman dan membuat masyarakat mengalami kerugian.

Namun, setelah beberapa waktu, material vulkanik tersebut dapat membuat tanah menjadi lebih subur. Sesuatu yang pada awalnya terlihat sebagai bencana ternyata dapat membawa manfaat pada waktu berikutnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Begitulah kehidupan. Tidak semua kebaikan langsung terlihat pada saat sebuah peristiwa terjadi.

Karena itu, seorang Muslim perlu membiasakan diri bertanya, “Apa hikmah yang Allah kehendaki dari peristiwa ini?” Pertanyaan seperti ini membantu kita menjaga hati agar tidak mudah berprasangka buruk kepada Allah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Optimisme juga merupakan bagian dari kekuatan iman. Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 139:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman.”

Ayat ini mengajarkan agar orang beriman tidak menyerah karena kesulitan. Kesedihan boleh dirasakan, tetapi kesedihan tidak boleh membuat kita kehilangan harapan.

Rasulullah saw juga mengajarkan pentingnya optimisme. Dalam sebuah hadis disebutkan:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ، وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ، الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

“Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya dan tidak ada tathayyur (anggapan adanya pertanda buruk). Aku menyukai al-fa’l yang baik, yaitu perkataan yang baik.”

Hadis ini menunjukkan pentingnya perkataan yang baik dan sikap optimistis. Seorang Muslim tidak dibentuk untuk selalu mencari pertanda buruk dari kehidupan.

Karena itu, jangan membiasakan diri mengucapkan kata-kata yang membuat diri sendiri semakin lemah.

Jangan setiap persoalan langsung disimpulkan sebagai akhir dari segala-galanya. Jangan ketika menghadapi kegagalan kemudian mengatakan bahwa hidup kita sudah tidak memiliki masa depan.

Seorang Muslim harus belajar mengatakan bahwa masih ada jalan, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, dan masih ada pertolongan Allah.

Jamaah Jumat,

Dalam kehidupan, manusia juga mengenal penyakit yang tidak terlihat secara fisik. Ada penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, sulit memaafkan, dan terus menyimpan kebencian.

Karena itu, Islam memberikan perhatian kepada kesehatan jasmani sekaligus kesehatan rohani. Hati yang dipenuhi iri dan dendam dapat membuat seseorang kehilangan ketenangan meskipun secara lahiriah memiliki banyak hal.

Optimisme kepada Allah dapat membantu kita membersihkan hati. Ketika kita yakin bahwa Allah mengetahui keadaan kita, kita tidak perlu terus-menerus membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.

Ketika orang lain mendapatkan rezeki lebih banyak, kita percaya bahwa Allah memiliki pembagian rezeki masing-masing. Ketika kita mengalami kesulitan, kita percaya bahwa Allah mengetahui batas kemampuan kita dan memiliki jalan keluar yang mungkin belum kita lihat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَـٰلَمِينَ وَصَلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Marilah kita tutup ibadah Jumat kita hari ini dengan berdoa kepada Allah Swt.

إِنَّ اللّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللّهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللّهِ أَجْمَعِينَ
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Sumber: muhammadiyah.or.id

 

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 10/09/2026 08:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu