Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Kamis (1/10/2026), dikemas melalui rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan murid secara langsung.
Kegiatan diawali dengan upacara bendera. Berbeda dari pelaksanaan rutin setiap Senin, upacara kali ini digelar pada Kamis karena bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Para murid mengenakan busana batik bebas. Murid Kelompok B2 mendapat kesempatan bertugas dalam upacara.
Fatimah Haura Azzahra bertugas sebagai protokol, Naufal Hafidz Alfarizqi sebagai pembaca doa, Ghaitsa Adelia Elshanum membacakan Ikrar Pelajar Indonesia, Atharrazka Tarendra Prakoso membacakan teks Pancasila, Kiona Radhwa Shevanda B1 bertugas sebagai dirigen, dan Annisa Nayla Bamazruq sebagai pengibar bendera.
Dalam amanatnya, pembina upacara Siti Umaimah, M.Pd., yang akrab disapa Bunda Um, mengawali penyampaian dengan pertanyaan sederhana kepada anak-anak.
“Anak-anak, tahu tidak mengapa hari ini kita memakai baju batik bebas? Mengapa upacara bendera dilaksanakan hari Kamis, bukan Senin seperti biasanya?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut memancing respons spontan dari para murid. Sabrina, murid Kelompok B1, menjawab dengan polos bahwa dirinya belum mengetahui alasannya.
Melalui pertanyaan sederhana tersebut, Bunda Um kemudian mengenalkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Ia juga menyampaikan bahwa peringatan tersebut berkaitan dengan gugurnya tujuh jenderal TNI Angkatan Darat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965. Jenazah para jenderal tersebut ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta.
“Anak-anak tidak perlu memahami sejarah secara mendalam. Cukup mengenal bahwa pada 1 Oktober kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan mengenang jasa para Pahlawan Revolusi,” jelasnya.
Penjelasan tersebut disampaikan secara sederhana agar sesuai dengan usia dan pemahaman anak-anak. Dengan demikian, mereka mulai memiliki gambaran bahwa Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berkaitan dengan upacara, tetapi juga dengan sejarah perjuangan bangsa dan penghormatan kepada para Pahlawan Revolusi.
Setelah upacara, anak-anak kembali mengikuti rutinitas pembelajaran di kelas. Kegiatan diawali dengan doa, dilanjutkan pembelajaran, tahfidzul Quran, dan murajaah.
Pembelajaran Melalui Audiovisual
Pembelajaran kemudian diperkuat melalui kegiatan audiovisual. Seluruh murid, mulai Kelompok A1, A2, B1, B2 hingga Kelompok Bermain, diajak menyaksikan tayangan mengenai peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan sejarah yang melatarbelakanginya.
Melalui tayangan tersebut, anak-anak menyaksikan suasana peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Jakarta, termasuk rangkaian kegiatan di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Tayangan itu juga menampilkan kisah tentang penemuan dan pengangkatan jenazah tujuh jenderal dari sumur tua di kawasan tersebut.
Tayangan audiovisual tersebut menjadi penguatan terhadap materi yang sebelumnya disampaikan Bunda Um saat upacara. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga memperoleh gambaran visual mengenai tempat dan rangkaian peristiwa yang sedang dipelajari. Hal ini membuat penjelasan tentang Lubang Buaya dan sejarah Hari Kesaktian Pancasila lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Kepala TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Sulistyowati, S.Pd., mengapresiasi keberanian dan kedisiplinan anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Hari ini anak-anak PAUD Aisyiyah II berdiri tegap menghormati bendera Merah Putih. Mereka mungkin belum hafal semua sila Pancasila, tetapi sudah belajar tiga hal penting: cinta Allah, cinta tanah air, dan cinta sesama,” ujarnya.
Menurutnya, keberanian anak-anak menjadi petugas upacara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta mengikuti upacara dengan disiplin merupakan pengalaman berharga dalam pembentukan karakter sejak dini.
“Bunda Sulis bangga sekali. Anak cinta Allah, cinta Pancasila, cinta Indonesia. Pancasila sakti, Indonesia kuat, anak TK hebat,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai Pancasila dikenalkan secara sederhana, konkret, dan sesuai dengan dunia anak. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter di lingkungan PAUD. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments