Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Anwar Abbas: Bagaimana Yiwu Bisa Menjadi Kekuatan Ekonomi Dunia?

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Anwar Abbas: Bagaimana Yiwu Bisa Menjadi Kekuatan Ekonomi Dunia?
Dok: Media dan Publikasi Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU)/Soleh
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Perjalanan Yiwu, sebuah kota di Provinsi Zhejiang, China, dari pasar tradisional menjadi salah satu pusat perdagangan grosir terbesar di dunia menunjukkan pentingnya kebijakan ekonomi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berusaha. Transformasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kebijakan yang membuka peluang bagi tumbuhnya kewirausahaan masyarakat.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai pengalaman Yiwu menghadirkan pelajaran penting bagi negara-negara yang ingin membangun perekonomian secara inklusif. Kesempatan berdagang yang didukung kebijakan pemerintah dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan perluasan aktivitas usaha masyarakat.

“Pengalaman Yiwu menunjukkan bahwa masyarakat perlu diberikan ruang, kesempatan, dan kemudahan untuk mengembangkan usaha. Ketika pemerintah mampu menciptakan kebijakan yang mendukung kegiatan ekonomi rakyat, potensi masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar,” katanya, Sabtu (24/10/2026).

Pada era Mao Zedong, China menerapkan sistem ekonomi terpusat yang membatasi kepemilikan pribadi dan aktivitas perdagangan swasta. Perubahan mulai berlangsung setelah Deng Xiaoping mendorong reformasi ekonomi yang membuka jalan bagi berkembangnya kegiatan usaha masyarakat.

Di Yiwu, salah satu momentum penting terjadi pada 1982 ketika Xie Gaohua, pejabat Partai Komunis setempat, memberikan ruang legal bagi masyarakat untuk berdagang. Pembukaan Pasar Huqingmen pada 5 September 1982 menjadi salah satu tonggak awal transformasi perdagangan di kota tersebut.

Yiwu kemudian mengembangkan strategi Xingshang Jianshi, yakni menjadikan perdagangan sebagai fondasi pembangunan kota. Pemerintah menyediakan infrastruktur dan fasilitas pasar, sedangkan masyarakat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Untuk memajukan wilayahnya, Yiwu menerapkan strategi yang dikenal sebagai Xingshang Jianshi, yakni mengembangkan perdagangan sebagai fondasi pembangunan kota. Melalui strategi ini, pemerintah menyediakan infrastruktur dan ruang perdagangan, sementara masyarakat diberi keleluasaan untuk memanfaatkannya dalam mengembangkan usaha,” ungkap Anwar Abbas.

Menurutnya, pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan publik dan inisiatif masyarakat dapat saling memperkuat. Perdagangan yang sebelumnya terbatas berkembang menjadi penggerak aktivitas ekonomi, menciptakan kesempatan usaha, dan memperluas jaringan distribusi produk.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Perkembangan Yiwu semakin pesat setelah China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001. Pembukaan Distrik 1 Yiwu International Trade City pada 22 Oktober 2002 menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan perdagangan berskala internasional.

Kini, Yiwu dikenal sebagai pusat perdagangan berbagai komoditas kecil dengan jaringan pembeli yang menjangkau lebih dari 200 negara dan wilayah. Kota ini juga mengembangkan perdagangan digital melalui pemasaran daring, transaksi lintas negara, dan layanan logistik.

Bagi Indonesia, pengalaman tersebut relevan sebagai bahan pembelajaran dalam memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah dapat mendukung pelaku usaha melalui penyederhanaan perizinan, akses pembiayaan, pembangunan pasar, peningkatan keterampilan, serta perluasan akses ke pasar internasional.

Dalam konteks itu, Anwar Abbas menekankan pentingnya menempatkan pelaku usaha sebagai bagian utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat kebijakan.

“Pembangunan ekonomi harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tumbuh dan mandiri. Pemerintah perlu hadir melalui kebijakan yang adil, infrastruktur yang memadai, dan akses pasar yang terbuka agar usaha rakyat mampu berkembang serta memberikan manfaat yang luas,” ucapnya.

Kisah Yiwu mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi membutuhkan lebih dari sekadar modal besar. Kebijakan yang mendukung, infrastruktur yang memadai, dan keberanian masyarakat untuk berusaha dapat mengubah kegiatan perdagangan sederhana menjadi jaringan ekonomi yang mendunia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 25/10/2026 02:17
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu