Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua Kwarwil HW Jatim : Budaya Sekolah Berbasis Nilai Islam Kunci Meraih Kesuksesan

Iklan Landscape Smamda
Ketua Kwarwil HW Jatim : Budaya Sekolah Berbasis Nilai Islam Kunci Meraih Kesuksesan
Fathurrahim Syuhadi saat menjadi Khatib Jum'at. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Alfain jalaluddin ramadlan

Budaya sekolah yang dibangun di atas nilai-nilai Islam menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang unggul, berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, saat menyampaikan khutbah Jumat di aula SMK Muhammadiyah 5 Babat, Lamongan, Jumat (24/7/2026)

Dalam khutbah bertajuk “Budaya Sekolah untuk Meraih Kesuksesan Berdasarkan Nilai-Nilai Islam”, Ramanda Fathurrahim Syuhadi mengingatkan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter dan peradaban.

“Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak yang mulia, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, budaya sekolah harus dibangun di atas nilai-nilai Islam,” ujar penulis Buku Jejak Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur ini

Ia menjelaskan bahwa budaya sekolah merupakan sekumpulan nilai, kebiasaan, aturan, dan sikap yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Budaya tersebut mencakup disiplin dalam belajar, kejujuran dalam bertindak, tanggung jawab terhadap amanah, penghormatan kepada guru dan sesama, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, semangat membaca, serta pembiasaan ibadah dan akhlak mulia.

Menurutnya, apabila nilai-nilai tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari, sekolah akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Ramanda Fathurrahim Syuhadi kemudian mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11″Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ayat tersebut, jelasnya, menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang-orang yang beriman dan berilmu di sisi Allah Swt. Oleh karena itu, semangat belajar harus menjadi budaya yang terus dipelihara oleh seluruh peserta didik.

Ia juga mengingatkan pentingnya ikhtiar dan perubahan diri dengan mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

“Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus diraih melalui usaha, kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya.

Dalam khutbahnya, Ramanda Fathurrahim Syuhadi turut mengutip sabda Rasulullah Saw. “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

SMPM 5 Pucang SBY

Hadis tersebut menjadi motivasi bahwa setiap langkah dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah yang akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah Swt.

Ia juga menyampaikan hadis Rasulullah Saw. “Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.” (HR. Al-Baihaqi).

Menurutnya, hadis tersebut mengajarkan pentingnya budaya profesionalisme, ketelitian, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Konsep Otomatis
Suasana sholat Jum’at di Aula SMK Muhammadiyah 5 Babat. (Istimewa/PWMU.
CO)

Ramanda Fathurrahim Syuhadi mengajak seluruh warga sekolah untuk membangun budaya positif melalui kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membiasakan salat berjamaah dan berdoa sebelum belajar, bersikap jujur dalam mengerjakan tugas maupun ujian, aktif mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan sekolah, serta membangun kerja sama dan saling menghargai antarsesama.

“Budaya sekolah yang baik lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus. Jika seluruh warga sekolah memiliki komitmen yang sama, insyaallah akan lahir generasi Muhammadiyah yang unggul, berintegritas, berprestasi, serta siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa,” ungkapnya.

Di akhir khutbahnya, Ramanda Fathurrahim Syuhadi berharap seluruh civitas akademika SMK Muhammadiyah 5 Babat terus menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman dalam membangun budaya sekolah. Menurutnya, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan semangat menuntut ilmu merupakan bekal utama untuk meraih kesuksesan yang hakiki.

“Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk istiqamah dalam belajar, beribadah, dan beramal saleh sehingga sekolah ini terus melahirkan generasi yang unggul, berkemajuan, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Khutbah Jumat tersebut diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa SMK Muhammadiyah 5 Babat dengan penuh kekhidmatan. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, diharapkan budaya sekolah yang Islami semakin mengakar sehingga mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan sesuai dengan cita-cita pendidikan Muhammadiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 25/07/2026 06:54
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu