Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menciptakan inovasi kemasan makanan ramah lingkungan bernama EcoBarrier.
Produk ini dikembangkan dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai oleh Izzul Maula, Kamis (10/9/2026).
EcoBarrier merupakan kemasan kertas antimikroba dan biodegradable dengan lapisan kitosan dari ulat hongkong (Tenebrio molitor) yang berfungsi sebagai penghalang air dan minyak. Inovasi ini hadir dalam dua bentuk produk, yaitu paper cup dan paper bowl.
Izzul Maula menjelaskan, ide EcoBarrier bermula dari keprihatinan timnya terhadap tingginya penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan.
Menurutnya, kitosan yang diekstrak dari ulat hongkong (Tenebrio molitor) dipilih karena memiliki sifat antimikroba alami sekaligus mampu membentuk lapisan pelindung yang tahan terhadap air dan minyak, sehingga cocok diaplikasikan pada kemasan makanan dan minuman.
“Kami ingin menghadirkan solusi kemasan yang tidak hanya aman bagi kesehatan konsumen, tapi juga ramah lingkungan karena mudah terurai” ujar Izzul.
Proses pengembangan EcoBarrier dilakukan di lingkungan kampus Umsura melalui serangkaian riset dan uji coba formulasi lapisan kitosan ulat hongkong pada kertas.
Tim mahasiswa menguji ketahanan kemasan terhadap rembesan air dan minyak, serta kemampuan antimikrobanya sebelum produk ini diikutsertakan dalam ajang PKM.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif kemasan berkelanjutan yang dapat diproduksi secara massal untuk menekan penggunaan plastik. Khususnya pada industri makanan dan minuman berbasis kemasan sekali pakai.
Dengan memanfaatkan kitosan dari ulat hongkong sebagai bahan baku utama, produk ini juga sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber biomaterial alternatif yang selama ini kurang dieksplorasi.
Ke depan, tim EcoBarrier berencana mengembangkan produk ini lebih lanjut agar dapat diproduksi dalam skala lebih besar dan siap dipasarkan ke masyarakat luas maupun industri kuliner.
Inovasi mahasiswa Umsura ini menjadi salah satu bukti kontribusi generasi muda dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk mengatasi persoalan lingkungan, khususnya limbah kemasan plastik.





0 Tanggapan
Empty Comments