Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi mengukuhkan Dai Komunitas Muhammadiyah se-Sulawesi Utara pada Ahad (10/5/2026) di BPMP Sulawesi Utara.
Kegiatan pengukuhan tersebut menjadi penutup rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek), Konsolidasi dan Pengukuhan Dai Komunitas yang berlangsung selama dua hari dan diikuti seluruh perwakilan dai LDK dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulawesi Utara.
Acara pengukuhan dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur, serta Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin.
Ketua PWM Sulut, Masrur, menyampaikan apresiasi dan rasa gembira atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan dakwah komunitas menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial masyarakat saat ini.
“PWM Sulawesi Utara menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah strategis memperkuat dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. Kehadiran dai komunitas diharapkan mampu menjawab problem sosial dan membangun pembinaan umat secara lebih dekat dan humanis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, M.Ag, menegaskan bahwa pengukuhan ini tidak boleh berhenti pada aspek simbolis semata, melainkan harus menjadi awal gerakan dakwah nyata di tengah komunitas masyarakat.
Menurutnya, perkembangan komunitas yang semakin pesat, termasuk komunitas hobi, komunitas digital, dan berbagai kelompok sosial lainnya, membutuhkan pendampingan dakwah yang bijak dan mencerahkan.
“Komunitas hari ini tumbuh di mana-mana. Jangan dibiarkan berkembang tanpa sentuhan dakwah. Dai komunitas harus hadir menjadi sahabat umat, masuk ke tengah mereka, membina, mendampingi dan menghadirkan nilai-nilai Islam yang menggembirakan,” tegas Muchamad Arifin.
Dalam arahannya, Ketua PP Muhammadiyah, KH. Dr. Saad Ibrahim M.A, mengajak para dai komunitas agar menjadi mujahid dakwah yang berjuang dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih.
Ia mengingatkan pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam Perang Badar dan Perang Uhud, terutama dalam hal strategi perjuangan, keteguhan iman, serta semangat pengorbanan.
“Dai komunitas harus menjadi pejuang dakwah yang siap hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian. Dakwah bukan sekadar ceramah, tetapi perjuangan menghadirkan manfaat dan solusi bagi umat,” pesan Kyai Saad Ibrahim. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments