Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dampingi Kadis Sosial Sulsel, Tim Ahli MPKU PWM Sulsel Bawa Materi di Rihlah Akbar TI

Iklan Landscape Smamda
Dampingi Kadis Sosial Sulsel, Tim Ahli MPKU PWM Sulsel Bawa Materi di Rihlah Akbar TI
Rihlah akbar yayasan Tajdidul Iman. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Agus Salim
pwmu.co -

Tim ahli Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Nur Adzan, SH, SKM. M.Kes didaulat mendampingi  Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Dr. H. Abd Malik Faisal, S.H., M.Adm. Pemb membawakan materi di kegiatan Rihlah Akbar ke 9.

Kegiatan yang dilaksanakan yayasan Tajdidul Iman di Tappawita High Land dusun Arra, Desa Tompobulu kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu – Ahad (2-3 Mei 2026) juga dihadiri keluarga besar Aisyiyah Makassar dan beberapa unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah di kota Makassar.

Dihadapan sedikitnya 700 orang peserta Rihlah Akbar, kadisdik Sulsel, Malik Faisal berpesan jika seorang Ibu harus trampil  memelihara anak sebagai coach dan bukan babysitter.

“Mengurus anak sendiri tanpa bantuan babysitter tentu tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi, tenaga, dan waktu yang banyak, tapi disinilah keutamaannya, yakni akan mendekatkan seorang Ibu dengan anaknya,” ujar Kadis Malik Faisal.

Hal ini, sambung Malik, akan memperkuat jalinan antara ibu dan anak, dan Si Kecil pun akan menjadi lebih dekat dan bergantung kepada ibunya, bukan pada orang lain.

Pembelajaran Memadai

Malik Faisal yang juga memimpin organisasi Rotary Sulawesi Selatan itu, mengajak para ibu untuk lebih memberi pembelajaran yang memadai dan perhatian serius kepada anaknya. Sebab mendidik anak perlu contoh teladan dari orang tuanya.

“Sehingga betul betul kelak anak itu akan menjadi pemuda yang tangguh dan cerdas. Tanpa ketergantungan dengan orang lain Sebab masa depan bangsa ada pada generasi muda yang tidak bergantung kepada siapapun, Mandiri, kuat dan percaya diri,” tegas Malik Faisal.

Selain itu, Kadis Sosial Sulsel ini mengungkapkan perlunya sinergitas antara ulama (tokoh agama) dan umara (pemimpin / pemerintah) yang dia anggap merupakan pilar krusial dalam struktur organisasi sosial kemasyarakatan di Indonesia.

SMPM 5 Pucang SBY

Kolaborasi ini tidak hanya menjamin stabilitas sosial, tetapi juga memastikan kebijakan pemerintah berjalan beriringan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan untuk mencapai kemaslahatan umat.

“Makanya simpul simpul organisasi sosial kemasyarakatan perlu sinergitas antara ulama dan umara. Contohnya seperti kegiatan Rihlah Akbar ini,” tandasnya.

Hal yang sama diungkapkan Nur Adzan,SH,SKM.M.Kes yang juga Korwil  Pelopor Perdamaian (Pordam) Sul Sel.

“Ulama dan umara harus saling melengkapi. Ulama memberi bimbingan moral, sementara umara mengambil kebijakan yang maslahat bagi rakyat,” kata Nur Adzan yang juga salah satu IKA IPM Mamajang Kota Makassar di era tahun 80-an.

Seperti diketahui pendiri sekaligus pembina yayasan ini, adalah KH Sudirman, salah satu ulama di kota Makassar yang juga wakil ketua PDM Makassar hingga saat ini dan mantan Direktur Muhammadiyah Boarding Sholl Makassar. Tak heran jika kegiatan Rihlah Akbar tersebut didominasi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Makassar. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 05/05/2026 22:28
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu