Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Sekolah ke Rumah, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Kuatkan Program Tahfidz dan Tilawati

Iklan Landscape Smamda
Dari Sekolah ke Rumah, SD Muhammadiyah 4 Zamzam Kuatkan Program Tahfidz dan Tilawati
Antusiasme ayah bunda Wali murid SD Muhammadiyah 4 Zamzam menyimak pemaparan materi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menumbuhkan kedekatan anak dengan Al-Qur’an membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah. Karena itu, sinergi antara guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendampingi anak belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Hal tersebut menjadi semangat SD Muhammadiyah 4 Zamzam dalam melaksanakan Sosialisasi Program Tahfidz dan Tilawati kepada seluruh wali murid, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan program pembelajaran Al-Qur’an yang diterapkan kepada peserta didik. Selain memberikan pemahaman kepada wali murid, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses belajar anak.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam Muhammad Anas Fikri, M.AP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Tahfidz dan Tilawati merupakan ikhtiar bersama dalam membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Program Tahfidz dan Tilawati bukan hanya menjadi program sekolah, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. Karena itu, dukungan dan pendampingan orang tua di rumah sangat penting,” tuturnya.

Ia berharap pembelajaran Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan anak dalam membaca maupun menghafal. Lebih dari itu, proses tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk akhlak peserta didik.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki akhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Belajar Al-Qur’an dengan Irama Rost

Dalam sosialisasi tersebut, wali murid mendapatkan penjelasan mengenai program Tilawati yang menjadi bagian dari pembelajaran Al-Qur’an di SD Muhammadiyah 4 Zamzam.

Materi sosialisasi menjelaskan bahwa Tilawati menggunakan irama Rost dengan pola irama datar, naik, dan turun. Pendekatan tersebut dirancang agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan mudah dan menyenangkan.

Untuk mendukung proses pembelajaran, program Tilawati menggunakan beberapa media, yaitu Buku Tilawati, Peraga Tilawati, dan Buku Monitoring. Media tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus membantu memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.

Dengan adanya Buku Monitoring, perkembangan belajar anak dapat menjadi bagian dari perhatian bersama antara sekolah dan orang tua. Orang tua pun memiliki gambaran mengenai proses yang sedang dijalani putra-putrinya.

Tahfidz Sesuai Kelompok Pembelajaran

Selain Tilawati, sosialisasi juga mengenalkan pembagian kelompok pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. Program tersebut terdiri atas Talaqqi 1, Talaqqi 2, Reguler, dan Takhasus sesuai dengan tahapan pembelajaran yang tercantum dalam materi sosialisasi.

Pada kelompok Talaqqi 1, hafalan mencakup Surat An-Nas sampai Surat At-Tin. Sementara Talaqqi 2 mencakup Surat Al-Insyirah hingga Surat Al-Muthaffifin bagian 1.

SMPM 5 Pucang SBY

Adapun kelompok Takhasus mencakup Surat Al-Muthaffifin bagian 2 hingga Surat An-Naba’. Kelompok ini juga diperuntukkan bagi siswa yang sudah memiliki hafalan satu juz atau lebih.

Pembagian kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pembelajaran Tahfidz sesuai dengan tahapan yang dijalani peserta didik.

Kepala Urusan bidang ISMUBA dan Humas SD Muhammadiyah 4 Zamzam Herman, S.Ag., M.Pd., menyampaikan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung keberlangsungan program.

“Sekolah memiliki program dan target pembelajaran, sementara orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga kesinambungan pembiasaan anak ketika berada di rumah. Karena itu, komunikasi antara sekolah dan wali murid menjadi kunci,” jelasnya.

Menurut Herman, pemahaman yang sama antara sekolah dan orang tua diperlukan agar pendampingan anak dapat berjalan searah. Pembiasaan yang dilakukan di sekolah diharapkan dapat dilanjutkan ketika anak berada di lingkungan keluarga.

Ada Munaqosyah hingga Wisuda Tahfidz

Program Tahfidz dan Tilawati tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran rutin. Dalam materi sosialisasi juga tercantum sejumlah capaian dan kegiatan, di antaranya Munaqosyah Tahfidz, Wisuda Tahfidz, Munaqosyah Kenaikan Jilid, serta Munaqosyah Khatam Al-Qur’an.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembelajaran Al-Qur’an peserta didik. Setiap tahapan membutuhkan proses, latihan, dan pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Kegiatan sosialisasi yang melibatkan seluruh wali murid kelas 1 sampai kelas 6 melalui Zoom ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan Al-Qur’an di SD Muhammadiyah 4 Zamzam dibangun dengan melibatkan keluarga.

Sekolah memberikan program dan pendampingan. Guru membimbing proses belajar anak. Sementara orang tua memiliki peran untuk melanjutkan pembiasaan di rumah.

Dengan demikian, program Tahfidz dan Tilawati tidak hanya menjadi agenda pembelajaran di sekolah, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung anak dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Dari sekolah ke rumah, proses itu terus disambungkan. Bukan sekadar mengejar capaian hafalan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Melalui program tersebut, SD Muhammadiyah 4 Zamzam terus berikhtiar membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilainya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 13/09/2026 21:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu