SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggelar kegiatan Upgrading Tilawati bagi seluruh guru dan guru Tilawati.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (08/07/2026) ini terselenggara dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Lebih lanjut, Upgrading ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat kompetensi pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas, efektif, dan berkelanjutan.
Upgrading Tilawati terlaksana dengan membagi peserta ke dalam dua kelompok sesuai bidang pembelajaran. Kelompok Al-Qur’an dibimbing oleh Imam Safi’i MPd, sedangkan kelompok Jilid didampingi oleh Muhammad Aula Rahmad Shuhada MAg.
Pembagian tersebut bertujuan agar materi yang disampaikan lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan guru pada setiap jenjang pembelajaran.
Bagikan Strategi Pembelajaran Tilawati
Pada sesi Al-Qur’an, Imam Safi’i memberikan penguatan mengenai strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada ketepatan bacaan sesuai kaidah tajwid.
Tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan membangun kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an.
“Guru Al-Qur’an bukan sekadar mengajarkan bacaan yang benar, tetapi juga menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an melalui keteladanan, kesabaran, dan pembelajaran yang menyenangkan” terangnya.
“Kualitas pembelajaran akan terbangun apabila guru terus menjaga kompetensi dan konsistensi dalam membimbing siswa” ungkap Imam Safi’i.
Sementara itu, pada kelompok Jilid, Muhammad Aula Rahmad Shuhada menekankan pentingnya penguasaan metodologi Tilawati secara utuh.
Menurutnya, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an berawal dari kemampuan guru menerapkan teknik mengajar yang sistematis, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga secara berulang terbukti mampu meningkatkan pemahaman serta kelancaran belajar peserta didik.
Selain itu, penerapan metode meniru dan membaca bersama memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara konsisten sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an berkembang dengan lebih optimal.
“Metode Tilawati akan memberikan hasil yang optimal apabila guru mampu menerapkan pendekatan yang benar, membangun interaksi positif dengan peserta didik, serta melakukan pembiasaan secara berkelanjutan” tutur Imam.
“Kesabaran dan ketelatenan guru menjadi modal utama dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini” jelasnya.
Praktik hingga Sharing Pengalaman
Tidak hanya berisi penyampaian materi, kegiatan upgrading juga diwarnai dengan praktik pembelajaran, diskusi, evaluasi, serta berbagi pengalaman antar guru.
Suasana berlangsung interaktif dan penuh antusiasme sebagai wujud ikhtiar bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Salah seorang peserta, Lanatuz Zukhrufah SPd mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, upgrading ini memberikan banyak penyegaran dalam strategi mengajar Tilawati. Kami tidak hanya mengulang materi dasar, tetapi juga memperoleh solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di kelas” terang Lanatuz.
“Semoga ilmu yang kami peroleh menjadi bekal untuk memberikan layanan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin baik kepada peserta didik,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala Urusan ISMUBA SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Khoirur Roziqin SPd menegaskan bahwa Upgrading Tilawati merupakan agenda pembinaan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme guru.
“Al-Qur’an merupakan ruh pendidikan Muhammadiyah. Karena itu, guru harus senantiasa meningkatkan kompetensi, memperbarui strategi pembelajaran, dan menjaga kualitas bacaan agar mampu menjadi teladan bagi peserta didik” tegas Roziqin.
“Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat budaya Qur’ani di SD Muhammadiyah 18 Surabaya serta melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan berkemajuan,” ucapnya.
Melalui kegiatan Upgrading Tilawati ini, SD Muhammadiyah 18 Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu pendidikan Al-Qur’an melalui pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Sinergi antara sekolah, para guru, dan pembina Tilawati diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang semakin efektif sehingga peserta didik tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an.
Namun sekaligus mampu memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.





0 Tanggapan
Empty Comments