Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO), UMS menyiapkan lima program baru yang menyasar kesejahteraan, pengembangan karier, hingga peningkatan kompetensi pegawai.
Lima program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan DSDMO Menyapa yang digelar Senin (3/8/2026) di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS.
Kelima program itu meliputi Day Care UMS, 360 Degrees Assessment and Talent Mapping, mekanisme pembinaan pegawai, digitalisasi data SDM UMS, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan (tendik).
Direktur DSDMO UMS, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan seluruh program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan terbaik kepada pegawai, mulai dari proses rekrutmen hingga pengelolaan SDM dan peningkatan kesejahteraan.
“Sejak awal kami ditugaskan untuk memberikan the best possible journey bagi semua pegawai UMS. Mulai dari rekrutmen, pengelolaan SDM, hingga kesejahteraan pegawai,” ujar Tri saat ditemui di sela kegiatan.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Day Care UMS. Layanan ini dirancang sebagai tempat penitipan anak bagi dosen dan tenaga kependidikan UMS.
Kehadiran Day Care diharapkan dapat membantu pegawai yang memiliki anak usia dini agar tetap dapat menjalankan tanggung jawab pekerjaan sekaligus memantau tumbuh kembang buah hati.
Tri menjelaskan, DSDMO UMS telah membentuk satuan tugas untuk mematangkan konsep Day Care tersebut. Satgas akan menyusun berbagai kebutuhan, mulai dari konsep layanan, rencana induk, kebutuhan sumber daya manusia, panduan kerja, hingga skema pembiayaan.
“Day Care ini kami siapkan agar orang tua dapat tetap mengawasi perkembangan buah hatinya tanpa harus menurunkan produktivitas kerja,” jelasnya.
Saat ini, program Day Care UMS masih berada dalam tahap penyusunan perangkat kerja. Hal serupa dilakukan untuk program 360 Degrees Assessment and Talent Mapping.
Program 360 Degrees Assessment and Talent Mapping dirancang sebagai mekanisme evaluasi dan pemetaan potensi pegawai secara lebih komprehensif.
Penilaian tidak hanya berasal dari atasan, tetapi juga melibatkan rekan kerja, bawahan, serta penilaian terhadap diri sendiri. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja, kompetensi, dan potensi pengembangan seorang pegawai.
Menurut Tri, Day Care UMS dan 360 Degrees Assessment and Talent Mapping ditargetkan mulai diterapkan pada tahun depan.
“Insyaallah tahun depan meluncur,” imbuhnya.
Sementara itu, tiga program lainnya, yakni mekanisme pembinaan pegawai, digitalisasi data SDM UMS, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan, telah siap untuk dilaksanakan.
Kehadiran program-program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan SDM di UMS tidak hanya diarahkan pada aspek administratif, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan pegawai.
Tri menegaskan, kesejahteraan pegawai perlu dipahami secara lebih luas. Menurutnya, kesejahteraan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga menyangkut kesehatan, kondisi mental, psikologis, serta berbagai aspek lain yang mendukung kualitas kehidupan kerja.
DSDMO UMS, kata dia, juga ingin memastikan sistem pengelolaan SDM yang dibangun dapat memberikan ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk berkembang serta meningkatkan jenjang karier.
“Kami juga berharap sistem yang kami kembangkan itu mendukung pengembangan dan peningkatan karier dosen dan tendik. Tiga hal itu yang kami harapkan, insyaallah,” tandas Tri optimistis.
Dengan lima program tersebut, DSDMO UMS berupaya membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan ruang tumbuh bagi seluruh pegawai. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments