Putus asa bukanlah jalan terbaik karena masih ada harapan, pertolongan, dan jalan keluar dari setiap masalah.
Masalah pasti berlalu. Setiap kesulitan datang bersama kemudahan dan batas waktu.
يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ
رَّوْحِ اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ ٨٧
“Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Putus asa itu suara setan. Dia bisik: “Udah, kamu lemah. Kamu tidak bisa. Perusahaan tidak akan nerima kamu. Selesai.”
Ada ayat yang bisa direnungkan:
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦
“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”(QS. Al-Insyirah: 6).
Putus asa itu jalan kegagalan, berikut rinciannya:
1. Putus asa itu suudzon terhadap Allah Ta’ala
Kamu sangka Allah tidak mampu buka pintu rezeki. Allah tidak mampu ganti luka jadi hikmah.
Padahal Allah pemilik hati manusia. Dia bisa bolak-balik hati dalam sedetik. Hari ini dia hina, besok bisa dia yang paling bela kamu.
2. Putus asa berdampak pada pesimis
Orang yang putus asa berhenti doa. Berhenti kerja. Berhenti memperbaiki diri. Padahal Nabi Nuh 950 tahun dakwah, cuma 80 orang yang ikut. Beliau tidak putus asa. Hasilnya? Namanya dikenang jadi ibroh.
3. Putus asa menutup pintu solusi
Kamu fokus ke satu pintu yang ketutup. Padahal Allah lagi buka 10 pintu lain yang lebih baik. Tapi kamu tidak lihat karena nangis di depan pintu itu.
Solusi menghindari dari sikap putus asa:
1. Turunkan standar harapannya ke manusia, naikan harapan kepada Allah Ta’ala
Jangan gantung harapan kepada seseorang. Menggantungkan harapan kepada manusia sering kali membawa kekecewaan karena keterbatasan mereka. Menyandarkan hati dan memohon hanya kepada Allah memberikan ketenangan serta kepastian karena Dia Maha Kuasa atas segalanya.
2. Ubah putus asa jadi muhasabah
Mungkin Allah mengharap kamu lebih dekat. Mungkin Allah akan ganti dengan yang lebih baik.
Muhasabah ini adalah pengingat diri bahwa setiap ujian atau kehilangan adalah cara Allah mendekatkan diri kepada-Nya dan menyiapkan ganti yang jauh lebih baik. Kalimat ini mengajak kita untuk bersabar, berprasangka baik kepada takdir, dan fokus memperbaiki diri.
3. Ingat kisah orang yang lebih hancur tapi tidak putus asa
– Yaqub: 40 tahun kehilangan Yusuf, matanya buta karena nangis. Tapi dia bilang
اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ
“Aku cuma ngadu ke Allah. Akhirnya Yusuf ketemu.”
– Ayyub: 18 tahun sakit, hartanya habis, keluarganya pergi. Tapi dia tidak putus asa. Cuma bilang
رَبِّ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Akhirnya Allah ganti semua.”
– Kamu: Umur lebih tua, miskin, dihina. Sakit? Iya. Tapi dosamu belum diampuni? Iya. Allah masih kasih napas? Iya. Berarti belum selesai.
Rasulullah saw bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkara orang beriman. Semua urusannya baik. Jika diberi nikmat, dia bersyukur. Jika ditimpa musibah, dia sabar.” HR. Muslim.
Putus asa itu jalan terbaik… buat setan. Biar dia ketawa lihat kamu jauh dari Allah.
Putus asa bukanlah jalan keluar yang baik karena itu hanya akan menjauhkan diri dari rahmat Allah.
1. Harapan selalu ada bagi yang berdoa
2. Putus asa adalah sifat yang dibenci
3. Kembali kepada Allah akan mendatangkan ketenangan





0 Tanggapan
Empty Comments