Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gema Cinta Rasul, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Kuatkan Karakter Religius Siswa

Iklan Landscape Smamda
Gema Cinta Rasul, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Kuatkan Karakter Religius Siswa
pwmu.co -

Semangat mencintai Rasulullah SAW mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Rabu (26/8/2026). Melalui Festival Maulid Nabi, para peserta didik mengikuti berbagai perlombaan yang tidak hanya mengasah kemampuan keagamaan, tetapi juga kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial emosional.

Lomba kaligrafi, adzan, dan tahfidz menjadi rangkaian utama dalam kegiatan tersebut. Para peserta didik mengikuti perlombaan dengan antusias sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai religius melalui kegiatan yang positif dan menyenangkan.

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Banjar, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan dalam peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik.

Melalui kegiatan yang dikemas secara menarik, siswa tidak hanya belajar mengenai nilai-nilai agama, tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lucky, turut mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib dan lancar.

Menurutnya, lomba menjadi wadah positif bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan minat yang dimiliki.

Lomba kaligrafi, misalnya, melatih kreativitas dan ketelitian siswa dalam menulis ayat-ayat Al-Qur’an. Sementara lomba adzan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan tampil di depan orang lain.

Adapun lomba tahfidz menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan daya ingat sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Dengan adanya kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan semakin aktif dan antusias mengikuti pembelajaran yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan.

Menurut Ulfiyatin selaku bidang kurikulum, hasil perlombaan dalam peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang bermakna.

Pada lomba adzan, juara pertama diraih Daffa dari kelas 7A. Juara kedua diraih Satria dari kelas 7C, sedangkan juara ketiga diraih Raffa dari kelas 7D.

Kemampuan tampil dalam lomba tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk melatih keterampilan berbicara dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

Pada lomba kaligrafi, Naffa dari kelas 9F meraih juara pertama dengan karya yang rapi dan estetis. Juara kedua diraih Eni dari kelas 7E yang menunjukkan kreativitas dalam desain, sementara juara ketiga diraih Asyifa dari kelas 9E dengan gaya tulisan yang menarik.

Hasil karya para peserta tersebut juga dapat dikaitkan dengan pembelajaran seni dan pengembangan keterampilan visual siswa.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, pada lomba tahfidz putra, Ramadhani dari kelas 8C meraih juara pertama dengan hafalan yang lancar dan tartil. Juara kedua diraih M. Fahri dari kelas 7C, sedangkan Baehqi dari kelas 8B menempati posisi ketiga.

Pada kategori tahfidz putri, juara pertama diraih Putri Rahma. Juara kedua diraih Indira Putri, sedangkan juara ketiga diraih Nul Maulidia.

Guru penanggung jawab kegiatan, Rifah, menyampaikan bahwa persiapan Festival Maulid Nabi dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses yang dilalui peserta didik.

Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta sebagai bagian dari pembelajaran yang menghargai keberagaman potensi.

Apresiasi juga disampaikan Ngatma’in selaku DPL. Menurutnya, lomba kaligrafi, adzan, dan tahfidz tidak hanya memperkuat nilai religius peserta didik, tetapi juga mampu mengembangkan aspek sosial emosional yang selaras dengan pembelajaran dalam mata kuliah Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).

Hal senada disampaikan Erma, mahasiswa PPG yang sedang menjalankan PPL di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan Pembelajaran Sosial Emosional karena peserta didik belajar mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang positif, serta membuat keputusan secara bertanggung jawab.

Melalui berbagai perlombaan, siswa juga belajar mengelola rasa gugup ketika tampil, meningkatkan kepercayaan diri, serta menghargai usaha diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana melatih empati dan sportivitas, termasuk dalam menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang baik.

Keberhasilan para juara, pada akhirnya, tidak hanya dilihat dari hasil akhir. Proses latihan, usaha, ketekunan, dan keberanian untuk tampil juga menjadi bagian penting dari pembelajaran yang diperoleh para peserta.

Festival Maulid Nabi di SMP Muhammadiyah 15 Surabaya pun menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan religius sekaligus membangun kepercayaan diri, ketekunan, dan sportivitas.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/08/2026 11:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu