Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Tiga Kambing ke Sepiring Kebersamaan, Simulasi Idul Adha Berlian Primary School Penuh Cerita dan Makna

Iklan Landscape Smamda
Dari Tiga Kambing ke Sepiring Kebersamaan, Simulasi Idul Adha Berlian Primary School Penuh Cerita dan Makna
Ustadz Rijalul Fikri, S.Si., M.Pd. saat menjelaskan tahap pengelolaan daging kambing (Albani Khamenei/PWMU.CO)
pwmu.co -

Asap tipis perlahan mengepul, menari di antara cahaya matahari pagi yang mulai menghangatkan halaman SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School), Jumat (8/5/2026).

Aroma daging yang dipanggang bercampur bumbu rempah menguar, menghadirkan suasana yang tak biasa bagi sebuah kegiatan belajar.

Di sudut-sudut halaman, siswa-siswa tampak sibuk. Ada yang mengaduk bumbu dengan penuh keseriusan, ada yang merangkai potongan daging menjadi sate, dan sebagian lainnya berjibaku di depan panggangan. Semua itu berawal dari satu momen yang mereka saksikan bersama: penyembelihan tiga ekor kambing kurban.

Gelak tawa pun pecah di sela aktivitas. Belajar hari itu tidak lagi terasa seperti di dalam kelas. Ia hidup, bergerak, dan penuh rasa.

“Ustadzah, coba hasil makanan kami ya. Kita bisa memasak, lho,” ujar Rayyan Al Fatih, siswa kelas 3 Al Battani, dengan mata berbinar dan wajah penuh kebanggaan.

Tak jauh darinya, Yasmine Vioresta Azzahra dari kelas 5 Al-Qolam menikmati setiap proses yang dijalani. Bagi Yasmine, pengalaman ini bukan sekadar kegiatan, melainkan kenangan.

“Seru dan senang sekali. Besok-besok seperti ini lagi ya, Usth,” pintanya dengan nada penuh harap.

Namun, tidak semua rasa yang hadir adalah kegembiraan. Di balik riuhnya suasana, ada juga getaran emosi yang diam-diam tumbuh. Surya Yadul Ulya, siswa kelas 5 Al-Qolam, mengaku hatinya tersentuh saat menyaksikan proses penyembelihan.

“Saya tadi terharu melihat kambing disembelih. Setelah itu kami menyiapkan alat dan bahan untuk dimasak bersama,” tuturnya lirih.

Justru dari beragam respons itulah pembelajaran menemukan maknanya. Kepala sekolah, Farikha, S.Pd., menyadari bahwa pengalaman langsung seperti ini menghadirkan pemahaman yang jauh lebih dalam dibanding sekadar teori.

SMPM 5 Pucang SBY

“Siswa mengolah daging kurban secara berkelompok. Alhamdulillah, mereka bisa merasakan suasana Idul Adha meskipun dalam bentuk simulasi. Setidaknya mereka belajar untuk terlibat dan berpartisipasi,” ungkapnya.

Menurutnya, antusiasme siswa sepanjang kegiatan menjadi tanda bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu menyentuh sisi yang lebih dalam, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga perasaan.

“Kami bersyukur melihat respons mereka yang luar biasa. Anak-anak benar-benar ingin terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter. Di sana, anak-anak belajar bekerja sama, saling membantu, dan memahami arti kebersamaan tanpa sekat.

“Islam mengajarkan kebersamaan dan tolong-menolong dalam kebaikan. Di sini mereka duduk bersama, makan bersama, tanpa membedakan latar belakang,” jelas Farikha.

Hari itu, halaman sekolah berubah menjadi ruang belajar yang utuh, tempat di mana nilai-nilai tidak hanya diajarkan, tetapi dialami. Anak-anak berbagi tugas, berbagi cerita, dan pada akhirnya berbagi rasa dari makanan yang mereka olah bersama.

Simulasi Idul Adha di Berlian Primary School pun menjelma menjadi lebih dari sekadar kegiatan sekolah. Dari tiga ekor kambing yang disembelih, lahir pelajaran tentang empati, keikhlasan, dan kebersamaan, nilai-nilai yang mungkin akan tinggal lebih lama di hati mereka, jauh melampaui aroma sate yang perlahan hilang terbawa angin siang. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 08/05/2026 18:16
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡