Syirik adalah dosa paling berat dalam Islam. Bahkan Allah SWT menyatakannya sebagai satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni bila pelakunya tidak bertaubat sebelum wafat.
Hal ini tersampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH. Sudirman, Senin (13/04/2026) ba’da shalat Maghrib.
Tepatnya saat membawakan tausiahnya di hadapan puluhan anak santri Ma’had Fathul Muin (MFM) di Masjid Takmirul Muhammadiyah jalan Banda Makassar.
“Syirik (menyekutukan Allah) adalah dosa terbesar dan kezaliman tertinggi dalam Islam yang membatalkan seluruh amal shalih. Tidak diampuni jika pelaku mati sebelum bertaubat, serta pelakunya diharamkan masuk surga dan kekal di neraka” ungkap Kiai Sudirman.
Harapannya, kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan refleksi bagi umat Islam agar senantiasa menjaga keimanan dari hal-hal yang dapat merusaknya seperti syirik tersebut.
Kiai bahkan secara rinci menjelaskan tentang pengertian syirik, bentuk-bentuknya dalam kehidupan sehari-hari, serta dampaknya terhadap akidah dan kehidupan sosial umat.
Selain itu, jamaah juga mendapat pemahaman tentang pentingnya memperkuat tauhid serta cara menghindari praktik-praktik yang mengarah pada kesyirikan.
“Syirik bisa hadir dalam bentuk kepercayaan terhadap kekuatan supranatural pada benda-benda seperti batu akik, keris, pohon keramat, hingga kuburan. Jadi mulai dari sekarang kita harus membentengi diri kita dari pelaku kesyirikan” tandas Kiai Sudirman.
Acara ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengambil manfaat dari kajian Kiai Sudirman.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menjaga kemurnian akidah serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang mengarah kepada syirik.





0 Tanggapan
Empty Comments