Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dongeng Spesial Belajar dari Semut yang Sombong

Iklan Landscape Smamda
Dongeng Spesial Belajar dari Semut yang Sombong
pwmu.co -
Kak Ari menguji konsentrasi peserta sebelum memulai dongengnya (Indra Setiawan/PWMU.CO)

Dongeng Spesial Belajar dari Semut yang Sombong; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah

PWMU.CO – Dongeng spesial Kak Ari dan Paijo menghibur siswa dan orangtua penerima Kado Milad Aisyiyah yang berlangsung di Averroes Hall SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb) Gresik.

Kado Milad Aisyiyah yang rutin digelar tahunan itu kembali sukses terlaksana Jumat (24/6/22) siang. Tentunya berkat kerja sama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) GKB, Klinik Aisyiyah GKB, dan Lazismu Kantor Layanan GKB. 

Kali ini, mereka berbagi kepada 57 anak yatim dan kurang mampu yang hadir bersama orangtuanya. Mereka terdiri dari siswa MI Roudlotul Ulum Yosowilangun, SD Muhammadiyah 1 dan 2 GKB, SD Muhammadiyah 1 Giri, SD Muhammadiyah 1 dan 2 Gresik, SLB AB Kemala Bhayangkara 2 Gresik, dan TK Alam Ya Bunayya. 

Kak Ari. Demikian M Nor Qomari SSi memperkenalkan diri. Pria yang sehari-harinya menjadi Kepala Sekolah SD Mugeb itu sedang memainkan perannya sebagai pendongeng nasional. 

Kenalkan PCA 

Mengenakan blangkon dan baju lurik khas Jawa, Kak Ari lanjut memperkenalkan rekannya. “Anak-anak sudah kenal Paijo belum?” tanya dia, lantas mengacungkan boneka tangan berkaos biru yang nangkring di tangan kanannya. 

SMPM 5 Pucang SBY

Dia lantas mengenalkan PCA GKB. “Anak-anak, tadi sudah diajak main Bunda Ayu, ya? Kegiatan ini diselenggarakan PCA GKB. PCA kepanjangan dari?” tanyanya. 

Sementara anak-anak masih berpikir keras, Paijo menyahut, “Aku tahu! Aku tahu! Pimpinan Cabang Aisyiyah!” Ari pun kembali menekankan kepanjangan PCA dengan mengejanya satu per satu. “Dalam rangka Milad Ke-105 Aisyiyah,” imbuhnya. 

Sebelum Ari mendongeng, salah satu aktivis PCA GKB Ayu Mira ST SPd memang mengajak anak-anak dan bapak-bapak PCM GKB yang hadir untuk bermain bersama. Mereka berputar membentuk lingkaran besar sambil diiringi nyanyiannya. Ketika Ayu, sapaannya, berhenti menyanyi, mereka harus menjadi ‘patung’. 

Baca sambungan di halaman 2: Dongeng Vs Nyanyi 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu