Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen Umsura: Gadget Berlebihan Bisa Mengikis Minat Baca Anak

Iklan Landscape Smamda
Dosen Umsura: Gadget Berlebihan Bisa Mengikis Minat Baca Anak
Foto: Shutterstock
pwmu.co -

Anak-anak generasi Z tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kondisi ini membuat mereka lebih akrab dengan berbagai perangkat elektronik, khususnya gadget. Meski teknologi dapat memberikan manfaat, penggunaan yang tidak terkontrol justru berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.

Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sri Lestari, menilai penggunaan gadget secara berlebihan dapat memberikan lebih banyak dampak negatif dibandingkan manfaatnya, terutama terhadap kebiasaan membaca.

“Dalam kaitannya dengan aktivitas membaca, gadget dapat mengganggu fokus dan konsentrasi anak. Mereka akan lebih tertarik membuka aplikasi lain seperti YouTube atau permainan digital,” ujar Tari, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, menumbuhkan minat baca pada anak merupakan proses yang panjang dan membutuhkan keterampilan yang kompleks. Proses tersebut dimulai dari mengenalkan huruf dan bunyinya, membiasakan anak mendengarkan dongeng, hingga membaca nyaring agar mereka mampu memahami isi bacaan secara utuh ketika dewasa.

“Anak perlu dikenalkan dengan huruf sejak usia dini melalui kegiatan membacakan dongeng dan membaca nyaring sehingga kemampuan memahami bacaan dapat berkembang secara bertahap,” jelasnya.

Tari menjelaskan bahwa pengenalan gadget secara berlebihan sejak usia dini dapat menghambat proses tersebut. Anak menjadi lebih sering menatap layar dan cenderung memilih aktivitas yang dianggap lebih menarik dan menghibur, seperti menonton video di YouTube atau bermain gim.

Terlebih pada anak usia dini yang memiliki rentang konsentrasi relatif pendek, keberadaan gadget dapat dengan mudah mengalihkan perhatian mereka dari aktivitas membaca. Akibatnya, ketertarikan terhadap buku dan bacaan berpotensi menurun.

Ia mengakui bahwa sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan teknologi dan kemampuan membaca. Namun, menurutnya, hasil tersebut umumnya ditemukan pada anak yang sejak awal telah memiliki minat baca tinggi sehingga teknologi justru berfungsi sebagai sarana pendukung.

SMPM 5 Pucang SBY

“Keadaannya akan berbeda jika gadget diberikan kepada anak yang baru belajar membaca atau yang minat bacanya masih dalam tahap pembentukan. Jika digunakan secara berlebihan, ketertarikan mereka terhadap bacaan bisa berkurang bahkan hilang,” ungkapnya.

Selain memengaruhi kebiasaan membaca, penggunaan gadget yang tidak terkendali juga dapat berdampak pada perkembangan anak secara keseluruhan. Anak cenderung menjadi kurang aktif melakukan kegiatan fisik sehari-hari dan mengalami gangguan kualitas maupun kuantitas tidur.

“Jika kondisi ini terjadi pada anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan, perkembangan fisik, kognitif, dan afektifnya dapat terganggu. Tidak heran jika banyak kasus anak yang tantrumnya sulit dikendalikan karena mengalami kecanduan gadget,” katanya.

Karena itu, Tari mengimbau para orang tua untuk mendampingi dan mengatur penggunaan gadget secara bijak. Dengan pengawasan yang tepat, teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi minat baca maupun menghambat tumbuh kembang anak.

“Penggunaan gadget pada anak perlu dilakukan secara bijaksana agar manfaat yang diperoleh lebih besar dibandingkan dampak negatifnya,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 15/06/2026 14:52
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu