Penggunaan gadget pada anak usia dini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua di era digital. Karena itu, pendampingan yang tepat diperlukan agar teknologi tidak mengurangi kesempatan anak untuk bermain, berinteraksi, bergerak, dan belajar melalui pengalaman nyata
Menjawab tantangan tersebut, KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Candi menggelar seminar parenting bertema “Gadget Bukan Musuh: Menjadi Orang Tua Bijak dalam Pola Asuh dan Pendampingan Anak di Era Digital” di Aula Mas Mansyur, SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SD Muhida), Ahad (18/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ida Rindaningsih, M.Pd., dosen sekaligus inovator pembelajaran, sebagai narasumber. Sebanyak 123 peserta mengikuti seminar tersebut, terdiri atas wali murid dan anggota keluarga yang turut terlibat dalam pengasuhan anak, mulai dari ayah, ibu, tante, nenek, hingga kakek.
Anak Tampil Meriah Sebelum Seminar
Sebelum seminar dimulai, suasana acara dimeriahkan dengan beragam penampilan anak-anak. Kegiatan diawali dengan murajaah oleh kelompok TKA, dilanjutkan paduan suara TKB, Semaphore Dance Hizbul Wathan, Senam Anak Indonesia Hebat oleh kelompok KB, serta Senam Pandu Hizbul Wathan oleh kelompok TKA.
Berbagai penampilan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas, melatih keberanian, dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang menyenangkan.
Selain menjadi hiburan bagi peserta, penampilan anak-anak juga memperlihatkan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dan berkembang melalui aktivitas langsung, bukan hanya melalui layar gadget.
Gadget Bukan Musuh, Pendampingan Jadi Kunci
Dalam pemaparannya, Dr. Ida Rindaningsih mengajak orang tua mengubah cara pandang terhadap penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, teknologi tidak harus dijauhi sepenuhnya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana orang tua mengatur penggunaannya dan mendampingi anak secara bijak.
Anak usia dini tetap membutuhkan kesempatan untuk bermain secara langsung, berinteraksi dengan orang lain, melakukan aktivitas fisik, serta memperoleh waktu istirahat yang cukup. Berbagai pengalaman nyata tersebut merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, orang tua perlu memahami bahwa penggunaan gadget harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak. Pendampingan tidak cukup hanya dengan memberikan batasan waktu, tetapi juga perlu memperhatikan jenis konten yang diakses dan aktivitas anak selama menggunakan perangkat digital.
Orang tua juga perlu menerapkan aturan secara tegas dan konsisten. Kesepakatan keluarga, seperti tidak menggunakan gadget saat makan dan menjelang tidur, perlu dijalankan bersama agar anak terbiasa dengan pola penggunaan teknologi yang sehat.
Selain itu, keteladanan orang tua menjadi faktor penting. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, melainkan juga dari kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Oleh sebab itu, orang tua perlu menunjukkan sikap bijak dalam menggunakan gadget di lingkungan keluarga.
Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga
Kepala KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Candi, Nury Arsy Darmiati, S.Pd., M.Pd., berharap seminar parenting ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gadget secara bijak.
“Kami berharap orang tua semakin bijak mendampingi anak di era digital, menerapkan aturan dengan konsisten, serta menghadirkan lebih banyak interaksi dan pengalaman nyata bagi anak. Semoga sinergi sekolah dan keluarga dapat membentuk generasi yang beriman, beradab, berilmu, dan beramal,” ungkapnya.
Melalui seminar ini, KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Candi berupaya memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam membangun pola pengasuhan yang positif.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan pendampingan yang tepat, keteladanan, dan aturan yang konsisten, anak diharapkan mampu mengenal serta memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tahap perkembangannya.
Seminar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjadi orang tua bijak di era digital bukan berarti menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membimbing mereka agar mampu menggunakannya secara sehat, bertanggung jawab, dan seimbang dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments