Jika mencari lomba yang paling mengundang gelak tawa di rangkaian Dasawarsa ke-4 Pondok Pesantren Al-Ishlah, jawabannya hanya satu. Lomba memancing umpan kerupuk.
Di tribun barat lapangan basket MA Al-Ishlah Sendangagung, para ibu-ibu guru dan ustadzah duduk berbaris, Jumat (21/8/2026).
Masing-masing memegang tongkat bambu dengan kerupuk yang digantung di depan mulut. Tugasnya simpel: makan kerupuk tanpa pakai tangan. Hasilnya? Chaos penuh tawa.
Dalam foto yang beredar, terlihat peserta dengan seragam hijau-kuning Al-Ishlah berusaha keras. Ada yang mulutnya mangap-mangap, ada yang kerupuknya goyang-goyang, ada pula yang sampai tertawa lepas sampai tidak fokus.
“Gak kuat aku, gak kuat nahan. Sudah mangap-mangap tapi kerupuk masih gak kena, kerupuk goyang-goyang terus mulut jadi tolah-toleh menganga, gokil gokil” seru guru Bahasa Inggris dari SMPM 12 Paciran dan MA Al-Ishlah, Krista Ermala.
Tawa tidak hanya dari peserta. Penonton juga sampai “gulung koming” jungkir balik di lantai karena tingkah lucu para pemain. Suasana lomba pecah setiap kali ada yang gagal menggigit kerupuk.
Panitia menyebut lomba ini memang sengaja dibuat untuk mencairkan suasana dan mempererat kekompakan keluarga besar Al-Ishlah dalam peringatan 10 tahun lembaga.
“Semua senang. Final lomba Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah Sendangagung ini ditutup dengan tawa lepas” ujar Wilda Ayu salah satu Panitia.
Lomba sederhana tapi berkesan. Karena di Al-Ishlah, khidmah dan bahagia bisa jalan bareng.





0 Tanggapan
Empty Comments