Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gelar Wisuda ke-4, STIQSI Lamongan Pertegas Visi Perguruan Tinggi

Iklan Landscape Smamda
Gelar Wisuda ke-4, STIQSI Lamongan Pertegas Visi Perguruan Tinggi
Wisuda ke-4 STIQSI Lamongan digelar di halaman STIQSI Lamongan, nampak di deretan ke-2 dari kiri Ketua STIQSI Lamongan, Drs KH Agus Salim Syukran M. PdI, Ahad 14 Juni 2026. (Gondo Waloyo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan, Jawa Timur, menggelar wisuda ke-4 di halaman kampus yang berada di Kompleks Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang berlandaskan nilai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, STIQSI mewisuda 37 lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Para lulusan terdiri atas dua angkatan, yakni lulusan tahun 2025 sebanyak 27 orang dan lulusan tahun 2026 sebanyak 10 orang. Acara ini turut dihadiri Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., serta Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Dr. H. Sumarkan, M.Ag.

Ketua STIQSI Lamongan, Drs. KH. Agus Salim Syukran, M.Pd.I., yang juga Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Lamongan, menyampaikan bahwa wisuda tahun ini merupakan wisuda keempat sejak STIQSI berdiri.

“Wisuda tahun ini merupakan wisuda keempat yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan. Pada kesempatan ini, STIQSI mewisuda 37 lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), yang terdiri atas dua angkatan, yaitu lulusan tahun 2025 sebanyak 27 orang dan lulusan tahun 2026 sebanyak 10 orang,” ungkap Agus Salim.

Ia menambahkan bahwa jumlah lulusan tersebut bukan hanya dilihat dari sisi kuantitas, tetapi juga proses pembinaan selama masa studi.

“Jumlah tersebut mungkin tidak terlalu besar jika dilihat dari sisi kuantitas. Namun bagi kami, para wisudawan dan wisudawati ini merupakan pribadi-pribadi yang sangat membanggakan. Selama menempuh pendidikan di STIQSI, mereka tidak hanya berperan sebagai mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian penting yang turut membersamai dan mendukung berbagai aktivitas serta pengembangan lembaga, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun Pondok Pesantren Al-Ishlah,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, ia juga menegaskan arah pengembangan STIQSI dalam membangun generasi Qurani yang berkontribusi bagi masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Generasi Qurani yang dimaksud bukan sekadar generasi yang mampu membaca atau menghafal Al-Qur’an, melainkan generasi yang memahami kandungannya, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan, serta mengajarkannya kepada masyarakat secara bijaksana dan berkelanjutan,” tandasnya.

Agus Salim menjelaskan bahwa STIQSI berdiri dengan visi membangun peradaban Islam melalui integrasi Al-Qur’an dan sains. Menurutnya, Al-Qur’an menjadi sumber nilai, sedangkan ilmu pengetahuan menjadi sarana pengembangan peradaban.

Ia juga menyampaikan perkembangan kelembagaan STIQSI sejak berdiri pada tahun 2017. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) menjadi program studi pertama yang dibuka. Selanjutnya, pada tahun 2025, STIQSI membuka Program Studi Dirasah Islamiah (Studi Islam), dan pada tahun 2026 membuka Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.

Hingga tahun 2026, STIQSI telah meluluskan enam angkatan dengan total 125 alumni. Sementara itu, jumlah mahasiswa aktif pada tahun akademik 2025/2026 tercatat sebanyak 80 mahasiswa. Data tersebut menjadi bagian dari pengembangan institusi dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi berbasis pesantren. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 16/06/2026 13:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu