Mekkah, pukul 03.00 waktu setempat. Mungkin, jika di Tanah Air, sebagian orang ada yang ke masjid dan sebagian lagi beribadah di rumah. Sementara, sebagian yang lainmasih lelap beristirahat. Alhamdulillah, kami di Mekkah berbondong-bondong menuju ke Masjidil Haram.
Saat itu, di tanggal 14 Mei 2026, kami sudah bersiap untuk menuju ke Masjidil Haram.Bus datang menjemput kami. Jalan-jalan ramai oleh jamaah haji. Mereka begitu bersemangat, seperti tidak ada rasa kantuk. Memang, kami harus melawan rasa kantuk untuk mendapatkan kesempurnaan ibadah Haji.
Tahajjud Syahdu
Sesampai di terminal bus, kami jalan kaki menyusuri halaman Masjidil Haram. Begitu banyak jamaah, yang punya kesamaan tujuan yaitu semata-mata mencari ridho Allah.
Kami mencari tempat untuk sholat di pelataran masjid dan alhamdulillah mendapatkannya. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau mudahkan untuk kami tanpa harus berdesakan. Ucap syukur selalu saya ucapkan karena Allah sangat banyak memberikan kami (beserta rombongan) kenikmatan.
Kami sholat sunnah di sepertiga akhir malam. Ya Allah jadikanlah air mata ini sebagai penghapus dosa. Jadikanlah air mata ini sebagai saksi bahwa hamba benar-benar mengharap ampunan dari-Mu.Jadikanlah air mata ini sebagai ekspresi cinta hamba kepada Engkau.
Melihat ke sekitar, teman-teman jamaah semua khusuk dengan doa-doa mereka.Doa-doa kami panjatkan. Itu, sebagai bentuk pengakuan bahwa Allah Maha Kuasa, Allah Maha Kasih, dan Allah Maha Sayang.
Ziarah Berharga
Saatsubuh, kami sholat berjamaah. Lalu, dilanjutkan dengan sholat jenazah. Setelah sholat kami berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari pembimbing kami. Agenda berikutnya adalah city tour.
Kami berkumpul di sebelah timur Masjidil Haram.Di situ tampak sebuah bukit bernamaJabal Abi Qubais. Dulu, di bukit ini, Hajar Aswad (batu hitam yang ada di dinding Ka’bah itu) diturunkan dari surga.
Tempat kedua yang kami kunjungiadalah rumah kelahiran Rasulullah Saw. Lokasinya, di sekitar Masjidil Haram. Kini rumah itu difungsikan sebagai Perpustakaan Umum, Maktabah Makkah Al-Munawarah.
Tempat ketiga yang kami kunjungi adalah Pemakanan Ma’la. Ini, kompleks pemakaman bersejarah di Mekkah yang terletak di utara Masjidil Haram. Tempat ini antara lain menjadi tempat peristirahatan terakhir keluarga Rasulullah Saw, Sahabat dan juga sejumlah ulama Indonesia.
Dari keluarga Nabi Saw, yang dimakamkan di situ antara lain adalah Siti Khadijah (istri) serta Qasim dan Abdullah (anak). Sementara dari kalangan ulama Indonesia antara lain ada Syaikh Nawawi al-Bantani, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi,Syaikh Mahfuzh at-Termasi,Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Padangi, dan KH Maimun Zubair.
Membangun Jiwa
Al-Qur’an meminta agar kita suka berjalan-jalan di alam ini untuk mengambil pelajaran. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah sangat dianjurkan. Tentu, nilainya akan semakin penting jika itu dilakukan di Mekkah.
Ziarah kubur merupakan salah satu sunnah. Salah satu hikmahnya, dapat meningkatkan keimanan. Hikmah lainnya, bisa membangunkan jiwa kita bahwa kelak pada waktunya kita akan menyusul yang kita ziarahi. Dengan itu, mestinya tiada putus memohon kepada Allah: Ya Allah, ampuni kami.
Semoga, jiwa kita tergugah dengan jalan-jalan yang kita rancang secara positif. Mudah-mudahan, ziarah kubur dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, aamiin.





0 Tanggapan
Empty Comments