Di saat sebagian besar aktivitas sekolah menikmati libur dan cuti bersama, suasana berbeda justru tampak di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya.
Dengan semangat juang layaknya para founding father Muhammadiyah terdahulu, para guru dan karyawan tetap hadir memenuhi ruang-ruang sekolah demi memikirkan kemajuan pendidikan dan masa depan sekolah tercinta.
Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menggelar rapat kerja (raker) selama dua hari, yakni pada 15–16 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut mengusung tema besar “Sinergi Bersama, Kreatif Mendunia”.
Tagline tersebut bukan sekadar rangkaian kata sederhana, melainkan simbol semangat dan tekad seluruh civitas akademika Kreatif 20 Surabaya untuk membawa sekolah melangkah lebih jauh, lebih optimal, dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Berbagai pembahasan strategis dilakukan, mulai dari peningkatan pelayanan kepada orang tua dan calon siswa hingga inovasi pembelajaran yang lebih segar dan menyenangkan.
Sekolah ingin menghadirkan suasana belajar yang nyaman bagi siswa, layaknya rumah kedua dengan nuansa persahabatan yang hangat.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Bubutan, Mustakim, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kesungguhan dalam menjalankan program kerja sekolah.
“Para guru dan karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya harus memiliki semangat yang tinggi dalam mensukseskan program-program kerja, serta memiliki tutur kata yang lembut dalam melayani calon siswa baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya, Sutiyah, S.Pd., menegaskan bahwa pelayanan prima harus berjalan beriringan dengan lahirnya inovasi-inovasi baru dari para pendidik.
“Monggo ustaz dan ustazah, kita ciptakan program-program baru yang nantinya mampu mewarnai Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 lebih hidup serta dikenal masyarakat luas,” tutur Ustazah Sutiyah.
Raker tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tokoh-tokoh penting yang dikenal sebagai founding father sekolah kreatif se-Indonesia, yakni Heru Tjahyono dan Ahmad Zaini.
Kehadiran mereka memberikan motivasi sekaligus berbagai strategi dalam membangun sekolah agar lebih hidup, berkembang, dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustad Ahmad Zaini membagikan filosofi “5N” dengan logat khas Jawa, yaitu Ngopeni, Ngrumat, Ngerteni, Nyocoki, dan Ngenteni.
Menurutnya, setiap guru dan karyawan harus menjadi agen informasi sekolah yang mampu menjelaskan seluruh program kepada orang tua calon siswa secara jelas dan ramah.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen sekolah, mulai dari petugas keamanan hingga tenaga pendidik dan staf administrasi, harus memahami visi dan program sekolah dengan baik.
“Jangan sampai ada jawaban ‘tidak tahu’ saat melayani masyarakat, karena hal kecil tersebut dapat berdampak pada citra sekolah,” pesannya.
Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya yang berada di kawasan Tembok Dukuh Butulan terus menunjukkan kiprahnya dalam dunia pendidikan.
Dari waktu ke waktu, sekolah tersebut terus bermetamorfosis menjadi lembaga pendidikan unggul dengan melahirkan generasi Islami penghafal Al-Qur’an serta siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Melalui rapat kerja ini, semangat besar untuk membawa Kreatif 20 mendunia kembali diteguhkan.
Dengan sinergi, inovasi, dan pelayanan sepenuh hati, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya optimistis melangkah menuju masa depan pendidikan yang lebih gemilang.





0 Tanggapan
Empty Comments