Sekitar 200 jamaah shalat subuh memenuhi Masjid Al-Khoory KH Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik. Kajian buku, “Jejak-Jejak Berpijak” disampaikan oleh penulisnya, Najib Sulhan, setiap hari Sabtu pagi, pekan ketiga. Dimulai dari shalat subuh hingga pukul 06.00. Sabtu, (16 Mei 2026).
Mengawali kajiannya, Najib sulhan memutarkan sebuah video “Anak meniru orang tuanya” dan dilengkapi dengan surat An-Nahl ayat 78. Pada dasarnya pintu masuknya ilmu dari pendengaran, penglihatan, dan hati.
Selanjutnya menyampaikan 4 kisah rasul dalam mengasuh putranya. Nabi Nuh as, Nabi Luth as, Nabi Ya’qub as, dan Nabi Ibrahim as. Setiap rasul memiliki kisah yang berbeda dengan ending cerita yang berbeda pula.
Untuk kisah Nabi Nuh dan Luth as, dikuatkan dengan surat At-Tahrim ayat 10. “Allah membuat perumpamaan orang kafir, seperti istri Nuh dan Luth. Meskipun mereka dalam pengawasan hamba Allah yang saleh, ternyata berkhianat, maka keduanya masuk neraka.” Ini menunjukkan bahwa Allah yang memberikan hidayah.
Kisah Nabi Ya’kub yang memiliki 12 putra, diceritakan dalam Surat Yusuf dari ayat 1 sampai 111. Kisahnya seperti membaca novel. Diwarnai dengan kecemburuan kasih sayang, dendam, percintaan, hingga, endingnya sangat menarik. Bahkan tergambar dalam Surat Al-Baqarah ayat 133.
Kesabaran Nabi Ya’kub menghadapi anaknya yang beragam. Doa yang tak pernah putus untuk mohon pada Allah hingga memutih matanya. Saat maut hendak menjemput, putranya dikumpulkan dan ditanya, “Sepeninggalku nanti siapa yang kausembah?” Serentak anaknya nenjawab, “Kami menyembah Tuhanmu, Tuhan ayahmu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, Tuhan yang Esa.”.
Ini gambaran bahwa tanggung jawab orang tua pada anak sampai dipisahkan oleh kematian. Kan’an dan Nabi Nuh as dipisah oleh hempasan air banjir, dalam keadaan durhaka. Demikian juga Nabi Ya’kub dan putranya dipisah oleh kematian. Hingga sakarotul maut, orang tua masih menginginkan anaknya taat kepada Allah.
Selanjutnya kisah Nabi Ibrahim bersama Ismail as dikupas tuntas. Dimulai dari Nabi Ibrahim as yang mendapat sebutan Abul Anbiya, yaitu bapaknya para Nabi. Baik Nabi Ibrahim bersama Sarah naupun Hajar memiliki banyak keturunan dari kalangan nabi.
Nabi Ibrahim as juga mendapatkan sebutan kholilullah, yaitu kekasih Allah. Sebagai bapak tauhid, Ibrahim as selalu melaksanakan perintah Allah dan memiliki keyakinan kuat bahwa Allah selalu menjaganya. Tidak ada rasa takutnya kepada siapapun, kecuali pada Allah.
Nabi Ibrahim as juga mendapatkan sebutan Ulul Azmi, mendapat ujian yang teramat berat. Namun keyakinan yang kuat menjadikan ujian yang dialami berakhir dengan indah. Bahkan peristiwa dalam ujian yang dialaminya menjadi sejarah dalam Ibadah Haji. Hingga saat ini, kisah itu abadi. Ini bagian dari kajian yang mengangkat tema, “Peran Orang Tua dalam Penguatan Aqidah.”





0 Tanggapan
Empty Comments