Tidak hanya siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi yang meraih dua prestasi gold medal dari business plan dan silver medal dari kompetisi robot Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026.
Salah satu guru SMA Muha Genteng, Ariya Ermiles MPd juga meraih bronze medal pada Sabtu (8/8/2026) di kampus Univesitas Muhammadiyah Malang bersamaan dengan pembagian sertifikat juara dari peserta didik.
Untuk penilaian bagi guru berprestasi sendiri merupakan inisiatif dari Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur beberapa pekan silam.
Memotivasi Diri Untuk Prestasi
Ariya merupakan guru senior mata pelajaran Bahasa Indonesia yang saat ini menjabat sebagai bendahara sekolah. Banyak karya tulis yang telah dikarang oleh Ariya Ermiles berupa buku sastra dan antologi puisi.
Prestasinya juga cukup banyak, salah satunya sebagai juara satu baca puisi di tingkat kabupaten Banyuwangi, serta juri tetap baca puisi di event kabupaten.
Prestasi bronze medal untuk guru tingkat SMA/SMK/MA ini diapresiasi sekaligus ucapan dari seluruh warga sekolah terutama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui media WhatsAap grup sekolah.
Terlebih dari kepala SMA Muha Genteng Ani Sudarmi MPd yang memberikan motivasi kepada GTK lain untuk memotivasi diri.
Menurutnya, prestasi ini Ariya adalah bentuk kompetensi dalam menghadapi era yang selalu menuntut perkembangan, terutama bagi peserta didik yang terus berkembang pengetahuannya akibat teknologi.
“Dan juga akan menjadi penyeimbangkan bagi prestasi para siswa-siswi yang terus meningkat secara sigifikan baik prestasi akademik maupun non akademik” ujar Ani.
Di tempat terpisah Ariya Ermilis tidak bisa menutupi rasa bahagianya atas prestasi yang telah diraih saat ini.
“Alhamdulillah terima kasih atas dukungan seluruh GTK SMA Muha Genteng dan kami telah berusaha semaksimal mungkin ditengah kesibukan sekolah ternyata masih nyantol prestasi di medali perak. Semoga ini bisa menjadi pemicu semangat untuk teman-teman guru, terutama guru-guru muda yang masih segar daya ingatnya” jelasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments