Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Musykaf X Kafilah Joko Tingkir Umla: Menutup Amanah, Menyambung Estafet Perjuangan

Iklan Landscape Smamda
Musykaf X Kafilah Joko Tingkir Umla: Menutup Amanah, Menyambung Estafet Perjuangan
Musykaf X Kafilah Joko Tingkir UMLA: Menutup Amanah, Menyambung Estafet Perjuangan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

UKM Hizbul Wathan (HW) Kafilah Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) menggelar Musyawarah Kafilah (Musykaf) ke-X di Auditorium Budi Utomo Lantai 3 Umla, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 15.00 WIB tersebut menjadi agenda akhir kepengurusan Kafilah Joko Tingkir periode 2025/2026.

Musykaf X sekaligus menjadi ruang evaluasi, pertanggungjawaban, dan regenerasi untuk mempersiapkan kepengurusan periode 2026/2027.

Pelaksanaan Musykaf X telah dipersiapkan selama tujuh hari sebelum kegiatan berlangsung. Persiapan tersebut meliputi penyusunan rangkaian acara, kebutuhan persidangan, hingga penataan tempat agar seluruh agenda dapat berjalan dengan tertib.

Musykaf X tidak hanya diikuti oleh anggota dan pengurus Kafilah Joko Tingkir periode sebelumnya. Anggota baru, termasuk mahasiswa baru yang telah mendaftarkan diri sebagai anggota UKM HW, turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Keterlibatan anggota baru dalam Musykaf menjadi bagian dari proses pengenalan terhadap kehidupan organisasi. Mereka dapat menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah organisasi menjalankan musyawarah, menyampaikan pendapat, mempertanggungjawabkan kepengurusan, hingga menentukan pemimpin berikutnya.

Dari AD/ART hingga LPJ

Rangkaian Musykaf X diisi dengan sejumlah agenda utama. Salah satunya adalah sidang pleno yang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kafilah Joko Tingkir Umla.

Sidang tersebut menjadi ruang bagi musyawirin untuk meninjau dan membahas aturan dasar organisasi sebagai pijakan dalam menjalankan kepengurusan.

Proses pembahasan dilakukan melalui mekanisme persidangan dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat dan tanggapan.

Sidang kemudian berlanjut pada agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus Harian (BPH) Kafilah Joko Tingkir periode 2025/2026.

LPJ disampaikan oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Ketua Bidang Kesehatan, serta Ketua Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Pembacaan LPJ menjadi bentuk pertanggungjawaban pengurus terhadap amanah yang telah dijalankan selama satu periode.

Berbagai program yang telah terlaksana, capaian, hingga kendala yang dihadapi menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk kepengurusan berikutnya.

Pemilihan Ketua Manfaatkan Teknologi Digital

Salah satu bagian yang menarik dalam Musykaf X adalah pelaksanaan pemilihan calon Ketua Kafilah Joko Tingkir periode 2026/2027.

Berbeda dengan mekanisme pemilihan sebelumnya yang menggunakan kertas, proses pemilihan kali ini memanfaatkan teknologi digital.

SMPM 5 Pucang SBY

Para musyawirin tidak lagi harus mengisi surat suara secara manual. Mereka cukup memindai atau scan QR code yang telah disediakan, kemudian mengakses sistem pemilihan digital untuk menentukan pilihan.

Pemanfaatan teknologi tersebut membuat proses pemilihan menjadi lebih praktis sekaligus menjadi bentuk adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi digital.

Melalui mekanisme tersebut, musyawirin dapat memberikan suara secara langsung melalui perangkat masing-masing. Proses ini juga menjadi pengalaman baru bagi anggota, khususnya mahasiswa baru yang untuk pertama kalinya mengikuti forum organisasi Kafilah Joko Tingkir.

Estafet Kepemimpinan Berlanjut

Dari proses musyawarah tersebut, Muhammad Dawam terpilih sebagai Ketua Kafilah Joko Tingkir UMLA periode 2026/2027. Ia akan melanjutkan estafet kepemimpinan setelah berakhirnya masa kepengurusan periode 2025/2026.

Dalam kepengurusan baru, Muhammad Dawam didampingi Meliza Nur Faizah sebagai Wakil Ketua, Fitrotin Nufus sebagai Sekretaris, dan Zahrotun Niswah sebagai Bendahara.

Muhammad Dawam menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar posisi dalam struktur organisasi, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama.

“Terpilihnya saya sebagai Ketua Kafilah Joko Tingkir bukan menjadi alasan untuk berjalan sendiri. Ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama. Saya berharap kepengurusan 2026/2027 dapat menjadi satu tim yang saling menguatkan, mau belajar, dan mampu melanjutkan hal-hal baik yang sudah dibangun kepengurusan sebelumnya,” ujar Muhammad Dawam.

Ia berharap kepengurusan baru dapat mempertahankan program yang telah berjalan dengan baik sekaligus menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan anggota.

Musykaf X akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi ruang untuk menutup satu periode dengan pertanggungjawaban, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus membuka lembaran baru bagi Kafilah Joko Tingkir UMLA.

Keikutsertaan anggota lama dan anggota baru juga memperlihatkan bahwa regenerasi tidak hanya berlangsung ketika seorang ketua berganti.

Regenerasi dimulai dari proses memperkenalkan nilai, tradisi musyawarah, dan tanggung jawab organisasi kepada kader-kader yang akan meneruskan perjuangan.

Dengan berakhirnya Musykaf X, kepengurusan periode 2025/2026 resmi menuntaskan salah satu tahap terakhir dalam masa kepemimpinannya.

Estafet kemudian diteruskan kepada kepengurusan periode 2026/2027 untuk membawa Kafilah Joko Tingkir Umla melangkah dengan semangat baru.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 11/09/2026 09:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu