Prestasi gemilang harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia. Pesan inilah yang ditekankan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., saat menghadiri Resepsi Tasyakkuran dan Apresiasi Kontingen Sulawesi Selatan dalam Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah (DAM) Gombara, Sabtu (10/10/2026), tersebut menjadi ungkapan syukur atas keberhasilan kontingen Sulawesi Selatan meraih 55 medali sekaligus mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang nasional yang digelar di Malang.
Ratusan santri dan pimpinan lembaga hadir dalam acara tersebut. Mereka merayakan capaian para santri sekaligus menjadikannya momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencetak kader Muhammadiyah yang berilmu, berprestasi, dan berakhlak mulia.
Dalam amanahnya, Prof Ambo Asse menegaskan bahwa keberhasilan merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri dengan penuh kesadaran. Prestasi tidak semata-mata menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas diri.
Ia mengingatkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang-orang beriman dan berilmu, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Mujadilah ayat 11.
Menurutnya, prestasi di dunia perlu diiringi keimanan, ketakwaan, dan akhlak yang baik agar menjadi jalan menuju kemuliaan yang sesungguhnya.
Prestasi Harus Melahirkan Kerendahan Hati
Prof Ambo Asse mengingatkan para santri agar tidak bersikap sombong atau cepat berpuas diri atas pencapaian yang diraih. Sebaliknya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk semakin giat belajar dan memperbaiki akhlak.
“Bentuk syukur yang paling utama adalah makin tekun belajar. Pesantren harus konsisten melahirkan kader Muhammadiyah yang bukan cuma cerdas, tetapi juga jujur, amanah, dan berakhlak mulia,” pesannya.
Ia menekankan bahwa kecerdasan dan keterampilan perlu ditopang karakter yang kuat. Dengan demikian, santri Muhammadiyah tidak hanya mampu bersaing dalam bidang akademik maupun keterampilan, tetapi juga dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan pesantren yang menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Apresiasi untuk Delapan Pesantren
Resepsi tasyakkuran ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan Dr. Hj. Mahmudah, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) KH. Lukman Abd. Samad, serta Mudir DAM Gombara Dr. H. Muhammad Syaiful Saleh.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan para santri, mulai dari pidato dalam bahasa asing hingga atraksi kepanduan Hizbul Wathan. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pesantren Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan berbahasa, kepemimpinan, kedisiplinan, dan keterampilan santri.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada delapan pesantren utusan Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi mereka dalam KSMN II 2026. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments