Kegiatan Islamic Character and Resilience Camp (I-Care Camp) SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik menghadirkan materi menarik tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah Islam.
Salah satunya yang disampaikan Muhammad Haykal Al Abiyyu SPd di Aula Villa Fatma Pacet, Rabu malam (21/10/2026).
Dalam materinya, ia mengajak para peserta dari siswa kelas VI untuk menjadikan media sosial bukan sekadar tempat berinteraksi dan mencari hiburan.
Namun juga sebagai ruang untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai Islam.
Media Sosial dan Sarana Dakwah
Dalam pemaparannya, Haykal menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Menurutnya, media sosial memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang efektif, mengingat luasnya jangkauan informasi dan kemudahan dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Generasi muda Muslim perlu memiliki kesadaran bahwa setiap unggahan, komentar, foto, maupun video yang dibagikan di media sosial dapat memberikan pengaruh kepada orang lain” tegasnya.
Karena itu, lanjutnya, penggunaan media sosial harus disertai tanggung jawab, etika, dan pemahaman terhadap nilai-nilai Islam.
Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Memastikan kebenaran berita sebelum membagikannya, menghindari ujaran kebencian, tidak terlibat dalam perundungan siber, serta menjaga tutur kata di ruang digital merupakan bagian penting dari penerapan akhlak mulia di era modern.
Haykal juga menekankan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan melalui mimbar atau forum pengajian.
“Dakwah dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti membagikan kutipan inspiratif, menyampaikan pesan keislaman yang menyejukkan, membuat konten edukatif, serta menunjukkan perilaku terpuji dalam berinteraksi di dunia maya” tutur Haykal.
Dengan demikian, media sosial dapat menjadi sarana untuk menebarkan manfaat apabila digunakan secara tepat.
Ia berharap, para peserta mampu menjadi generasi yang tidak hanya aktif di dunia digital. Melainkan juga memiliki kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan bertanggung jawab atas setiap konten yang dipublikasikan.
Materi tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah ini menjadi relevan bagi generasi muda yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa kecakapan digital perlu berjalan beriringan dengan kematangan karakter dan kekuatan iman.
Belajar Karakter Islami ala Rasulullah
Selain materi dari Muhammad Haykal Al Abiyyu, kegiatan I Care Camp juga menghadirkan Ustadzah Indarti SPd yang menyampaikan materi pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa karakter yang baik harus ditanamkan sejak awal agar tumbuh menjadi akhlak mulia yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadzah Indarti memberikan keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai contoh nyata dalam membangun karakter Islami.
Menurutnya, nilai kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian menjadi bagian penting yang perlu diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, peserta I Care Camp juga ditempa melalui pembiasaan ibadah dan kedisiplinan.
Selain melaksanakan salat wajib, peserta dibiasakan menjalankan salat sunah rawatib, tahajud, dan duha, serta mengikuti kegiatan tadarus dan tahfidz Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan ini menjadi upaya membentuk generasi Muslim yang berakhlak mulia, disiplin dalam beribadah, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Melalui pembekalan karakter dan literasi digital, harapannya I Care Camp melahirkan generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan dan dakwah Islam.






0 Tanggapan
Empty Comments