Ikatan Karyawan Kesehatan Muhammadiyah (IKKM) Komisariat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik melanjutkan rangkaian pelantikannya dengan agenda Diklat Pengurus yang digelar pada Sabtu (09/05/2025) di Aula Faqih Usman RSMG.
Panitia Koordinator Sie Acara, Feli Nur Khayana, menjelaskan bahwa kegiatan diklat menghadirkan dua materi utama yang relevan dengan penguatan organisasi dan profesionalisme karyawan kesehatan Muhammadiyah.
“Kami memilih dua materi dalam diklat pengurus IKKM hari ini. Pertama yaitu Reaktualisasi Khittah Perjuangan Muhammadiyah di Sektor Kesehatan. Kemudian materi kedua yaitu Seni Komunikasi Asertif dan Negosiasi Profesional,” paparnya.
Materi pertama disampaikan oleh Ketua IKKM Wilayah Jawa Timur, Sujarwo. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang terbentuknya IKKM sebagai serikat pekerja di lingkungan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Timur.
“Sarikat pekerja di kalangan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Timur disebut dengan IKKM, agar sarikat ini sesuai dengan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah, maka dibentuklah IKKM,” ujarnya.
Sujarwo juga menjelaskan alasan penggunaan istilah “pengurus” dalam struktur organisasi IKKM.
“Mengapa di IKKM disebut pengurus? bukan pimpinan, karena IKKM ini masih perlu diurus oleh pimpinan persyarikatan, pimpinan AUM. Mari kita bentuk kerjasama yang baik dan kuat, agar terbentuk pondasi yang kokoh. Sehingga tujuan dibentuknya IKKM ini dapat terwujud,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sujarwo menyampaikan lima pesan penting kepada pengurus IKKM.
Lima Pesan Ketua IKKM Wilayah Jawa Timur:
- Jadilah pemimpin yang amanah dan melayani.
- Menjunjung tinggi integritas dan kaidah agama.
- Membangun komunikasi terbuka sebagai penyambung aspirasi karyawan.
- Terus berinovasi menghadirkan program yang berdampak nyata bagi kemajuan rumah sakit.
- Meluruskan niat bahwa seluruh aktivitas organisasi merupakan bagian dari ibadah.
Materi kedua disampaikan oleh Sekretaris IKKM Wilayah Jawa Timur, M. Taufiq Aini.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi asertif dan negosiasi profesional dalam menyampaikan aspirasi di lingkungan kerja.
“Untuk menyampaikan aspirasi, perlu penguasaan seni komunikasi asertif dan negosiasi sehingga dapat menyuarakan aspirasi dengan tetap menjaga harmonisasi dalam lingkungan kerja,” jelasnya.
Taufiq Aini juga membagikan beberapa strategi komunikasi efektif kepada peserta diklat.
“Sampaikan aspirasi dengan fleksibel namun tetap tegas, kelola emosi, dan juga kelola kalimat negatif menjadi positif sehingga kita bisa mencari titik temu untuk solusi bersama,” ujarnya.
Menutup sesi materinya, ia mengingatkan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga kedewasaan dalam bersikap dan berkomunikasi.
“Profesional itu bukan hanya pintar, tapi bagaimana kita dewasa dalam bersikap. Komunikasi yang baik adalah awal dari pelayanan yang hebat,” tutup Taufiq Aini.
Kegiatan diklat ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengurus IKKM dalam membangun komunikasi organisasi yang sehat, profesional, dan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah di lingkungan rumah sakit.






0 Tanggapan
Empty Comments