Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Imajinaksi di SD Mugres, Ubah Kaos Kaki Menjadi Teman Imajinasi

Iklan Landscape Smamda
Imajinaksi di SD Mugres, Ubah Kaos Kaki Menjadi Teman Imajinasi
Murid kelas 3 Ki Bagus Hadikusumo SD Mugres Kampus A berproses membuat boneka tangan dari kaus kaki (Yetty Setyawaty/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ruang kelas di SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A mendadak berubah menjadi bengkel kreatif yang riuh dan penuh warna. Melalui program Mugres Lifeskill for Education (Mugres Life), murid kelas 3, 4, dan 5 diajak mengasah imajinasi serta keterampilan tangan melalui kegiatan bertajuk “Imajinaksi: Membuat Boneka Tangan dari Kaos Kaki”, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini mengusung konsep upcycling, yakni mengubah barang yang sudah tidak terpakai menjadi benda baru yang memiliki nilai seni dan kegunaan. Kaos kaki bekas yang biasanya hanya menjadi pelindung kaki disulap para siswa menjadi boneka tangan dengan karakter unik dan lucu.

Proses pembuatan boneka membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Murid menggunakan bahan-bahan sederhana, seperti kaos kaki bersih, lem tembak dengan pendampingan guru, benang wol, bola pingpong, mata mainan, serta kertas lipat untuk membuat mulut, lidah, dan aksesori lainnya.

Proses dimulai dengan memasukkan tangan ke dalam kaos kaki untuk menentukan posisi mulut dan mata. Selanjutnya, murid memotong kertas lipat untuk bagian mulut dan lidah, kemudian menempelkan bola pingpong dan mata mainan. Rambut dari benang wol menjadi sentuhan akhir yang membuat setiap boneka memiliki karakter berbeda.

Menempelkan aksesori kecil menjadi salah satu tantangan bagi murid. Mereka harus memastikan rambut wol tidak mudah lepas dan posisi mata terpasang tepat agar boneka tidak terlihat juling. Meski sempat kesulitan, suasana kelas tetap dipenuhi tawa dan kerja sama antarmurid.

Koordinator program Mugres Life SD Mugres Kampus A, Bintari Eka Permani menjelaskan latar belakang aktivitas kreasi kaus kaki ini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di buku, tapi juga belajar berpikir kreatif, bekerja teliti, dan peduli lingkungan melalui konsep upcycling, ” tutur Bintari.

Melalui Mugres Life, lanjut Bintari, sekolah memang ingin mengajak anak-anak belajar bahwa barang bekas bukan sampah, tapi bisa jadi teman imajinasi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami di Mugres Life berkomitmen terus menghadirkan program lifeskill yang menyenangkan dan bermakna untuk anak,” tambahnya.

Keceriaan terpancar ketika boneka-boneka hasil kreasi mereka berhasil diselesaikan. Ada boneka berambut ungu, bermata besar, hingga boneka dengan ekspresi wajah jenaka.

Danish Ahza Abdilah, murid kelas 3 Kasman Singodimedjo, mengaku kegiatan tersebut sangat berkesan.

“Awalnya saya kira susah membuat boneka dari kaos kaki. Ternyata seru sekali! Bagian yang paling sulit itu saat menempelkan mata dan mulut dengan lem tembak. Harus pas supaya bonekanya terlihat lucu dan tidak seram,” ujarnya.

Ia juga merasa senang karena dapat membuat mainan sendiri sekaligus belajar memanfaatkan barang bekas. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 22/08/2026 21:33
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu