Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Inilah Tiga Pesan Bendahara Umum PP Muhammadiyah dalam Pelantikan Rektor Umla Periode 2026-2030

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Inilah Tiga Pesan Bendahara Umum PP Muhammadiyah dalam Pelantikan Rektor Umla Periode 2026-2030
Inilah Tiga Pesan Bendahara Umum PP Muhammadiyah dalam Pelantikan Rektor Umla Periode 2026-2030. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Hilman Latief, PhD, menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) dalam mengembangkan perguruan tinggi. Ketiganya meliputi ketahanan keuangan, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan sumber daya manusia dan budaya organisasi.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada pelantikan Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., sebagai Rektor Umla periode 2026–2030, Sabtu (17/10/2026), di Hall Lantai 10 Umla.

Prof. Hilman mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan yang terpilih beserta seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah di Jawa Timur yang hadir.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Risalah Islam Berkemajuan, khususnya menjadikan Islam sebagai gerakan ilmu.

“Universitas Muhammadiyah Lamongan dan tentu perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain merupakan bagian dari upaya kita memperkuat Islam sebagai gerakan ilmu,” ujarnya.

Menurut dia, gerakan ilmu menjadi salah satu ciri penting Muhammadiyah yang terus dipupuk selama lebih dari satu abad. Sejarah Muhammadiyah, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan, tetapi juga dengan aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang dikembangkan persyarikatan.

Ketahanan Keuangan untuk Akselerasi Kampus

Poin pertama yang ditekankan Prof. Hilman adalah financial resilience atau ketahanan keuangan. Menurut dia, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan sumber daya manusia atau besarnya modal, tetapi juga kemampuan bertahan dan berkembang di tengah perubahan situasi regional, nasional, maupun internasional.

Ia mencontohkan perjalanan Muhammadiyah yang mampu bertahan lebih dari satu abad karena memiliki daya tahan dalam mengelola sumber daya dan mengembangkan amal usaha.

Prof. Hilman juga mendorong pimpinan perguruan tinggi agar berani mempertimbangkan strategi pembiayaan untuk mempercepat pengembangan institusi, termasuk melalui pinjaman perbankan yang direncanakan secara matang.

Menurut dia, pembiayaan dapat menjadi instrumen akselerasi apabila didasarkan pada perhitungan yang cermat, tata kelola yang baik, serta prinsip transparansi dan kehati-hatian.

“Yang penting bukan sekadar utangnya, tetapi bagaimana modal itu digunakan untuk mempercepat kemajuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki peluang untuk semakin berperan dalam ekosistem keuangan nasional, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, pengelolaan keuangan perguruan tinggi perlu dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

Memperkuat Mutu Akademik dan Kerja Sama Internasional

Poin kedua adalah peningkatan kualitas akademik. Prof. Hilman mengapresiasi perkembangan Umla dan langkah rektor dalam mendorong kerja sama pendidikan internasional.

Ia mencontohkan peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan institusi kesehatan di Arab Saudi. Menurut dia, perkembangan pendidikan tinggi di negara tersebut membuka kesempatan luas bagi perguruan tinggi Indonesia untuk membangun kerja sama akademik, termasuk di bidang kesehatan, ilmu sosial, dan teknik.

Prof. Hilman menceritakan pengalamannya memfasilitasi pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar di Arab Saudi melalui program yang didukung perguruan tinggi setempat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan institusi kesehatan di negara tersebut, termasuk membuka peluang bagi lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk berkiprah di lingkungan internasional.

“Kesempatannya banyak. Ini perlu kita dorong agar menjadi reputasi tersendiri bagi Universitas Muhammadiyah Lamongan maupun perguruan tinggi Muhammadiyah di Jawa Timur yang memiliki basis kesehatan,” tuturnya.

Menurut dia, peningkatan mutu akademik harus berjalan seiring dengan penguatan jejaring internasional agar mahasiswa, dosen, dan peneliti memperoleh kesempatan belajar serta mengembangkan kompetensi pada tingkat global.

Kaderisasi dan Budaya Organisasi

Poin ketiga yang disampaikan Prof. Hilman adalah penguatan sumber daya manusia dan budaya organisasi. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan amal usaha Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari proses kaderisasi yang berkesinambungan.

Ia menekankan pentingnya menghargai para pendahulu yang telah merintis dan membangun institusi hingga berkembang seperti sekarang.

“Sebagai seorang pimpinan, sebaik-baiknya adalah orang yang bisa mengerti dan menghargai pendahulunya. Jangan lupakan para pendiri yang telah babat alas,” pesannya.

Menurut Prof. Hilman, perjalanan amal usaha Muhammadiyah melibatkan berbagai generasi. Ada generasi perintis yang berjuang dengan segala keterbatasan, generasi pengembang yang melanjutkan perjuangan, hingga generasi penerus yang menikmati hasil kerja keras para pendahulunya.

Karena itu, setiap generasi perlu memahami sejarah perjuangan institusi agar semangat pengabdian tetap terjaga.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. Menurut dia, persoalan dalam institusi dapat muncul apabila prinsip good governance tidak dijalankan secara konsisten.

Prof. Hilman mengusulkan agar perguruan tinggi Muhammadiyah memperkuat tradisi penyusunan memori jabatan atau dokumentasi serah terima kepemimpinan. Dengan demikian, pergantian pimpinan dapat berlangsung secara elegan, terencana, dan tetap menjaga kesinambungan program.

“Ketika serah terima jabatan berakhir, perlu ada memori jabatan. Ini penting untuk menjaga kontinuitas,” ungkapnya.

Ia berharap kepemimpinan baru Umla mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu sekaligus membawa kampus semakin maju melalui penguatan keuangan, peningkatan kualitas akademik, dan kaderisasi yang berkelanjutan.

Prof. Hilman kembali mengucapkan selamat kepada Prof. Abdul Aziz Alimul Hidayat atas amanah sebagai Rektor Umla periode 2026–2030. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat peran Umla dalam memajukan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 17/10/2026 18:21
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu