Prestasi membanggakan kembali diraih SD Muhammadiyah Manyar (SDMM). Guru Bahasa Inggris SDMM, Syafa’atul Ilmiah, S.Pd., atau yang akrab disapa Usth Mia, berhasil meraih predikat “The Best English as a Second Language Primary” dalam ajang Cambridge Centre ID 110 ICP Learning Video Competition 2026.
Pengumuman pemenang disampaikan pada Ahad, (30/8/2026). Kompetisi tersebut menjadi ajang apresiasi bagi sekolah-sekolah mitra Cambridge Centre ID 110 yang menerapkan praktik pembelajaran kreatif, inovatif, aktif, dan selaras dengan prinsip pembelajaran Cambridge.
Dalam kompetisi tersebut, Usth Mia menampilkan video praktik pembelajaran Bahasa Inggris di kelas 4 ICP SDMM yang melibatkan 30 siswa. Video berdurasi 35 menit itu mengangkat topik Solar System and Superlative Adjective dengan menerapkan pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL).
Melalui pendekatan CLIL, Usth Mia menggabungkan pembelajaran tentang tata surya dengan materi Bahasa Inggris, khususnya penggunaan superlative adjective. Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya mempelajari Bahasa Inggris sebagai sebuah mata pelajaran, tetapi juga menggunakannya untuk memahami materi, mengikuti instruksi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mempresentasikan hasil pembelajaran.
Rangkaian pembelajaran dimulai dengan pembukaan dan pengulangan materi sebelumnya. Selanjutnya, siswa diajak membaca informasi tentang Solar System untuk menemukan informasi spesifik dan detail. Setelah itu, siswa mempelajari penggunaan superlative adjective melalui berbagai aktivitas interaktif.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah penggunaan Spin Wheel. Siswa memutar media tersebut untuk menentukan kata dan nama planet yang akan digunakan dalam membuat kalimat. Hasil kalimat kemudian dibacakan di depan kelas, sebelum siswa mengerjakan worksheet sebagai penguatan pemahaman.
Menurut Usth Mia, metode tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami rumus, tetapi juga mampu menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks yang nyata. Pendekatan CLIL juga mendorong siswa untuk lebih aktif, percaya diri, kreatif, dan terbiasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Persiapan video kompetisi dilakukan selama kurang lebih dua pekan. Prosesnya meliputi penyusunan konsep pembelajaran, persiapan siswa, latihan, pengambilan video, hingga penyuntingan. Tantangan utama adalah menyajikan proses pembelajaran yang cukup kompleks dalam durasi 30 hingga 45 menit sesuai ketentuan kompetisi.
Atas pencapaiannya, Usth Mia mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat The Best. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.
Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Usth Athiq Amiliyah, S.Pd., turut memberikan apresiasi. Ia menilai prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuktikan kompetensi dan kreativitas guru SDMM dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments