Siswa Hizbul Wathan (HW) MI Muhammadiyah Gedeg (MI Megah), Mojokerto, mempraktikkan teknik simpul dan ikatan melalui kegiatan mini pionering perorangan pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.55–15.05 WIB ini menantang setiap siswa menyelesaikan dan mengumpulkan konstruksi mini dari stik dan tali.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menerapkan sejumlah teknik kepanduan yang telah dipelajari. Mereka merangkai stik, mengencangkan tali, memeriksa sambungan, dan memperbaiki bagian konstruksi yang belum sesuai.
Praktik Simpul dan Ikatan dalam Konstruksi Mini
Teknik yang dipraktikkan meliputi simpul pangkal, ikatan delapan, ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah utuh, dan ikatan katrol. Sejumlah siswa juga menambahkan ikatan rantai sebagai hiasan pada hasil karyanya.
Setiap siswa mengerjakan konstruksi secara mandiri. Setelah selesai, mereka diminta menyerahkan karya yang dilengkapi label identitas. Label tersebut memuat nama pemilik, jumlah stik yang digunakan, serta jenis simpul dan ikatan yang diterapkan.
Kepala MI Megah, Moh. Immaduddin Irwansyah, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan siswa mampu menerapkan materi kepanduan melalui praktik.
“Melalui kegiatan mini pionering perorangan ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak sekadar hafal nama-nama simpul dan ikatan, tetapi benar-benar memahami fungsi serta mampu mempraktikkannya dalam sebuah konstruksi. Mulai dari simpul pangkal, ikatan delapan, ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah, hingga ikatan katrol, semuanya perlu dipelajari melalui praktik nyata. Kami juga mengapresiasi kreativitas anak-anak yang menambahkan ikatan rantai sebagai hiasan pada karyanya. Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata dilihat dari bagus atau kokohnya hasil akhir, melainkan juga dari proses anak-anak belajar mandiri, teliti, sabar, kreatif, dan bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri,” ujarnya.
Siswa Menyerahkan Hasil Karya
Setelah menyelesaikan konstruksi dan memasang label identitas, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan masing-masing. Beberapa bagian konstruksi diperiksa kembali sebelum diserahkan.
Pembina HW MI Megah, Diah Kusumaningrum, S.S., mengapresiasi siswa yang telah menyelesaikan dan mengumpulkan karya mereka.
“Alhamdulillah, kami melihat anak-anak menunjukkan rasa lega, puas, dan bangga ketika mengumpulkan hasil karyanya. Perasaan itu menjadi hal yang membahagiakan karena setiap konstruksi memiliki proses dan tantangannya sendiri. Ada yang harus memperbaiki ikatan, mengencangkan tali, atau memastikan setiap bagian terpasang dengan tepat. Dari sinilah mereka belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk terus mencoba. Kami berharap keterampilan yang mereka pelajari tidak berhenti pada mini pionering, tetapi juga bisa diterapkan dalam kegiatan kepanduan lainnya,” tuturnya.
Tujuh Pembina Mendampingi Kegiatan
Kegiatan mini pionering ini didampingi tujuh pembina, yaitu Moh. Immaduddin Irwansyah, S.Pd.I., yang juga menjabat Kepala MI Megah; Vita Kurnia Jayanti, S.Pd.I.; Alfi Agustina, S.Pd.SD.; Nur Azizah Perwitasari, S.Pd.I.; Etika Rustantik, S.Pd.; Ghoniatul Maghfiroh, S.Pd.; dan Diah Kusumaningrum, S.S.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengerjakan konstruksi secara perorangan, menerapkan teknik simpul dan ikatan, serta mencantumkan identitas pada hasil karya sebelum dikumpulkan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments