Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Desa Margomulyo Diresmikan sebagai Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Desa Margomulyo Diresmikan sebagai Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro
Foto kegiatan Peresmian Launching Desa Inklusi Margomulyo (Dina Ariani/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, resmi menjadi Desa Inklusi pada Kamis (29/10/2026). Peresmian ini menandai puncak pendampingan Program Inklusi Aisyiyah yang telah berjalan sejak 2023, dengan sejumlah program pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, dan pendampingan kelompok rentan.

Peresmian berlangsung di Gedung Koperasi Desa Merah Putih Desa Margomulyo. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, pemerintah daerah, organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Wakil Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Nelly Asnifati, menegaskan bahwa Program Inklusi Aisyiyah tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Selama tiga tahun pendampingan di Margomulyo, program tersebut telah menjalankan sejumlah kegiatan, antara lain Balai Sakinah Aisyiyah (BSA), Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA), serta layanan kesehatan Si Jaka dan tes IVA.

“Tujuannya satu, agar semua warga tanpa terkecuali mendapat akses yang sama dalam mengakses layanan yang ada,” ungkapnya.

Penjahit Disabilitas Produksi Seragam Sekolah

Salah satu dampak pendampingan yang disampaikan dalam peresmian tersebut adalah berkembangnya usaha kelompok penjahit penyandang disabilitas di Desa Margomulyo.

Kepala Desa Margomulyo, Arif Rahman, S.E., menyampaikan bahwa kelompok tersebut kini dipercaya memproduksi seragam PAUD dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Bojonegoro. Kepercayaan itu terbangun melalui kolaborasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok rentan dapat membuka kesempatan ekonomi sekaligus memperluas akses mereka terhadap kegiatan produktif di masyarakat.

Selain pemberdayaan ekonomi, Program Inklusi Aisyiyah juga menjalankan kegiatan pendampingan dan layanan yang diarahkan untuk membantu warga memperoleh akses sesuai kebutuhan. Keberadaan program-program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan desa yang lebih terbuka bagi seluruh warga.

Pemerintah Tekankan Keberlanjutan Desa Inklusi

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Masirin, S.STP., M.M., menyebut peresmian Desa Margomulyo sebagai Desa Inklusi pertama di kabupaten tersebut sebagai langkah penting. Ia juga menekankan perlunya keberlanjutan program setelah peresmian.

“Tantangan setelah launching adalah keberlanjutan, bagaimana desa ini benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin, AP., M.M., dalam pidato kuncinya menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, penyandang disabilitas harus dipandang sebagai warga yang memiliki hak setara, bukan sekadar pihak yang menerima belas kasihan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Jangan pandang penyandang disabilitas sebagai objek yang dikasihani. Mereka adalah subjek, warga yang punya hak sama,” tegasnya.

Machmuddin juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan warga yang mengalami kerentanan, seperti anak putus sekolah, korban kekerasan, atau penyandang disabilitas yang belum memperoleh layanan. Ia turut menekankan pentingnya validitas data kelompok rentan sebagai dasar penanganan dan penyediaan layanan.

“Desa inklusi bukan soal kebanggaan atau kemenangan. Idealnya, memang setiap desa harus inklusi,” tambahnya.

Peresmian Ditandai Pemukulan Gong

Peresmian Desa Margomulyo sebagai Desa Inklusi ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan pembukaan plang oleh Machmuddin. Prosesi tersebut didampingi perwakilan PWA Jawa Timur, Sekretaris DPMD Kabupaten Bojonegoro, Ketua PDM Bojonegoro, Ketua PDA Bojonegoro, Camat Balen, dan Kepala Desa Margomulyo.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Desa Margomulyo.

Kegiatan juga diisi dengan testimoni Yusuf dan Eni Masfiroh, anggota BSA dan BUEKA yang merupakan penyandang disabilitas. Keduanya menyampaikan bahwa usaha mereka berkembang dan jangkauan pasar semakin luas setelah memperoleh pendampingan melalui program inklusi.

Acara ditutup dengan doa oleh Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si. Pada akhir kegiatan, Dinas Sosial dan PDA Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial kepada warga dengan penyakit kronis, lanjut usia, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas.

Peresmian ini menjadi penanda penting bagi Desa Margomulyo. Namun, keberlanjutan layanan, pemberdayaan ekonomi, dan keterlibatan kelompok rentan dalam kehidupan desa tetap menjadi bagian penting untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif bagi seluruh warga. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 29/10/2026 20:25
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu