Perjalanan Sister City SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) ke Guangzhou, Tiongkok, tidak hanya menjadi ajang perluasan jejaring internasional, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang pentingnya perencanaan, konsistensi, dan karakter dalam dunia pendidikan, Selasa (4/4/2026).
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menyampaikan pesan inspiratif saat rombongan berkunjung ke museum tata kota Guangzhou. Di museum tersebut dipaparkan bagaimana perencanaan kota telah disusun secara visioner sejak masa lampau, bahkan jauh sebelum era modern, hingga menjelma menjadi kota maju dengan sistem pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Ia menuturkan bahwa pembangunan Guangzhou menunjukkan proses panjang yang ditata secara sistematis, terukur, dan konsisten.
“Dari sini kita belajar bahwa perencanaan adalah kunci utama dalam sebuah proses besar. Tidak ada hasil yang diraih secara instan. Semua membutuhkan waktu, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang,” ujar Edwin yang juga kader PCM Sepanjang.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan pengelolaan sekolah. Penyusunan visi, misi, serta nilai inti (core values) harus dirancang secara matang dan dijalankan dengan konsistensi tinggi. Selain itu, evaluasi berkelanjutan perlu menjadi budaya agar sekolah terus bertumbuh dan tetap relevan dengan tantangan zaman.
Edwin juga menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan pembentukan karakter manusia. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses pembelajaran dan pengambilan kebijakan.
Pembelajaran ini semakin bermakna karena rombongan Smamita didampingi oleh Prof. Dr. Khozin, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF. Dalam berbagai diskusi, Prof. Khozin menekankan pentingnya pengembangan sekolah yang berpijak pada perencanaan strategis yang telah disusun, sekaligus dievaluasi secara berkala.
“Setiap program tidak cukup hanya dijalankan, tetapi juga harus dievaluasi sebagai bahan refleksi. Dari sana kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan,” tegasnya.
Perjalanan Sister City ini menjadi momentum pembelajaran berharga bagi Smamita untuk terus meneguhkan komitmen dalam membangun pendidikan yang berkarakter, visioner, serta memiliki daya saing global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments