Sosok Danang Syamsuddin Mahmud tampil percaya diri di atas panggung. Suaranya merdu, lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun penuh penghayatan, menyihir setiap pasang mata dan telinga.
Qori muda kebanggaan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini sukses meraih medali emas cabang Tilawah Al-Qur’an dalam Olympiade Ahmad Dahlan 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.
Berperawakan tinggi, berkulit sawo matang, dan dikenal ramah, Danang bukan sekadar juara—ia adalah simbol ketekunan dan proses panjang yang penuh perjuangan.
Kesuksesan Danang tidak berawal dari ambisi pribadi. Ia mengaku awalnya hanya mengikuti ajakan pamannya.
“Awalnya saya diajak paman, bukan kemauan sendiri. Tapi lama-lama saya punya motivasi untuk membanggakan kedua orang tua,” tuturnya (14/4/2026).
Dari sinilah perjalanan panjangnya dimulai, dengan latihan yang terus dilakukan secara konsisten.
Perjalanan Danang tidak instan. Ia menapaki setiap jenjang lomba dengan penuh kesabaran. Berikut capaian prestasinya:
- Juara 2 MTQ tingkat desa (2017)
- Juara 1 MTQ tingkat kecamatan (2018)
- Juara 3 MTQ tingkat kecamatan (2020)
- Juara 3 MTQ tingkat kabupaten (2018/2019)
- Juara 1 MTQ tingkat kabupaten (2022)
- 10 besar MTQ tingkat kabupaten (2023)
- Medali emas MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur (2024)
- Medali perak MTQ tingkat nasional (2025)
- Juara 3 MTQ tingkat nasional (2025)
- Juara 2 MTQ tingkat kabupaten (2025)
- Medali emas MTQ tingkat nasional (2026)
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan kerja keras membawa hasil.
Menurut Danang, tantangan terbesar dalam qiraah adalah teknik.
“Yang paling sulit itu mengatur napas dan menempatkan nada. Tidak ada trik khusus, harus konsisten latihan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya doa dalam proses belajar.
“Jangan putus asa. Tetap belajar dan berdoa. Nanti akan ada pelangi di setiap mendung.”
Kesuksesan Danang tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama orang tuanya, Machmud dan Fitrotuzzainiyah.
Peran guru juga sangat besar, di antaranya Sofyan Assuri dan Ashabul Kahfi.
“Mereka yang mengajarkan saya dari dasar hingga memahami variasi qiraah,” ungkapnya.
Sebagai siswa jalur prestasi qiraah, Danang merasakan dukungan penuh dari sekolah.
Kepala sekolah, M Zainul Arifin, menyebut prestasi Danang sebagai capaian luar biasa.
“Kalau bidang umum itu biasa, tapi kalau qiraah dan bisa mengalahkan pondok, ini luar biasa,” ujarnya.
Tak hanya berprestasi, Danang kini aktif dalam kegiatan dakwah dan tergabung dalam Korps Mubalig Muda Muhammadiyah.
Ia juga diproyeksikan menjadi imam di masjid-masjid Muhammadiyah sebagai bagian dari pembinaan kader dakwah.
Selain di bidang tilawah, Danang juga aktif di organisasi sekolah, termasuk Hizbul Wathan.
Kehadirannya bahkan mendorong sekolah membuka jalur khusus qori, melengkapi program tahfidz yang telah ada.
Meski telah meraih prestasi nasional, Danang tetap rendah hati.
“Cita-cita saya ingin menjadi orang sukses. Untuk kuliah masih belum kepikiran,” ujarnya.
Kisah Danang membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari ambisi besar, tetapi bisa tumbuh dari proses, dukungan, dan ketekunan.
Ia bukan hanya juara, tetapi juga inspirasi—bahwa Al-Qur’an, jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, mampu mengantarkan seseorang pada kemuliaan dunia dan akhirat.





0 Tanggapan
Empty Comments