Suasana ceria dan penuh warna menyelimuti Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Senin (11/5/2026). Ratusan pasang mata tertuju pada aksi menggemaskan para murid dalam gelaran Festival Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) tingkat Kabupaten Sidoarjo.
Mengusung tema “Anak Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak Mulia Menuju Generasi Berkemajuan”, kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Sidoarjo ini menjadi puncak kompetisi bagi 50 peserta terbaik yang telah lolos seleksi dari empat wilayah kerja.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pauddasmen, Dr. Rifdah Abadiyah, MSM., menekankan bahwa interaksi langsung merupakan hal penting di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kegiatan ini sangat penting untuk mengenalkan anak pada dunia nyata, membiarkan mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan. Pengalaman masa kecil inilah yang menjadi pondasi kuat karakter mereka di masa depan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo, Ibu Apt. Muflikah, S.Si, memberikan motivasi hangat kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa setiap anak yang hadir merupakan juara yang membanggakan bagi orang tua maupun guru.
Beliau juga berpesan agar anak-anak terus menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian sejak usia dini.
Kemeriahan festival terlihat melalui tiga cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Lomba Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), Lomba Adzan, dan Senam Anak Indonesia Hebat.
Para peserta tampil memukau dengan kostum warna-warni serta aksi yang menghibur dan menggemaskan. Ketua IGABA Sidoarjo, Nury Arsy Darmiati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapan besar di balik terselenggaranya FABA 2026.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi bertumbuhnya generasi Islami yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Kami ingin mencetak generasi berkemajuan yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlakul karimah serta semangat kebersamaan sejak usia dini,” pungkas Nury.
Melalui festival ini, IGABA Sidoarjo membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar proses belajar di dalam kelas, melainkan ruang bagi anak untuk berekspresi, membangun keberanian, dan menemukan potensi terbaik mereka.





0 Tanggapan
Empty Comments