Suasana bangga dan haru menyelimuti rangkaian kegiatan ujian sekaligus pameran proyek siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem Paciran. Setelah melewati proses panjang penuh perjuangan, para siswa akhirnya resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (11/5/2026) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan tersebut menjadi puncak proses pembelajaran berbasis proyek yang selama beberapa waktu terakhir dijalani para siswa. Berbagai karya inovatif ditampilkan dalam pameran proyek yang dipadati pengunjung. Banyak mahasiswa tertarik menyaksikan hasil kreativitas siswa yang dipamerkan dengan konsep menarik dan edukatif.
Program proyek tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Mamsaka dan UMM. Melalui program itu, siswa mendapatkan pendampingan dalam pengembangan keterampilan teknologi dan inovasi berbasis proyek. Siswa yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan program juga memperoleh sertifikat setara Diploma 1 (D1) sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai.
Sejak pagi, para siswa tampak sibuk mempersiapkan proyek masing-masing. Mereka dengan antusias menjelaskan fungsi, proses pembuatan, hingga manfaat proyek yang dikerjakan. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti cukup lama untuk melihat langsung cara kerja proyek berbasis teknologi yang ditampilkan para siswa.
Salah satu proyek yang menarik perhatian pengunjung adalah alat pendeteksi suasana hati melalui sidik jari dan wajah. Proyek tersebut memadukan teknologi sensor sidik jari dengan pembacaan ekspresi wajah menggunakan sistem digital sederhana. Saat seseorang mencoba alat tersebut, sistem akan membaca data yang ditangkap dan menampilkan hasil analisis suasana hati pengguna, seperti senang, sedih, tegang, atau rileks.
Selain itu, berbagai proyek lain juga tidak kalah menarik. Ada robot soccer yang mampu bergerak dan menggiring bola secara otomatis, alat pengatur suhu ruangan otomatis, hingga sistem lampu otomatis yang dapat menyala dan mati sesuai kondisi sekitar. Para siswa juga menampilkan proyek brankas digital dengan sistem keamanan modern serta alat pendeteksi banjir yang dirancang untuk memberikan peringatan dini ketika ketinggian air meningkat.
Proyek-proyek tersebut menjadi pusat perhatian pengunjung. Banyak tamu mencoba langsung alat-alat karya siswa Mamsaka sambil mendengarkan penjelasan mengenai proses pembuatan dan cara kerjanya. Inovasi yang dipamerkan menunjukkan kemampuan siswa dalam menggabungkan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi berbasis Arduino dan pemrograman sederhana.
Di balik suksesnya kegiatan itu, tersimpan perjuangan panjang para siswa. Selama persiapan ujian proyek, mereka rela menghabiskan waktu hingga malam hari untuk menyempurnakan hasil karya masing-masing. Ruang kelas bahkan tetap ramai hingga malam karena para siswa terus melakukan revisi, pengujian alat, dan penyempurnaan presentasi.
Guru pembimbing proyek, Fitnah Amaluddin S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ujian akhir, tetapi juga wadah untuk membentuk mental kreatif, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan solusi nyata melalui karya yang dibuat.
“Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa. Mereka belajar menghadapi tantangan, mencari solusi saat alat mengalami kendala, hingga berani mempresentasikan hasil karya di depan banyak orang,” ujarnya.
Prosesi pengukuhan di GKB 4 UMM menjadi momen paling berkesan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dengan penuh kebanggaan, para siswa mengikuti prosesi sebagai tanda telah menyelesaikan tahapan ujian dan pameran proyek dengan baik.
Kepala Mamsaka berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi jenjang pendidikan maupun dunia kerja di masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments