Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo terus menghadirkan inovasi dalam bidang ekonomi kreatif melalui produk minuman kopi bernama Konco Kopimu. Produk yang digagas Majelis Ekonomi PCM Wonokromo ini tidak hanya menjadi usaha kuliner biasa, tetapi juga membawa semangat dakwah dan pemberdayaan warga Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Ketua PCM Wonokromo Ir. H. Luqman Rahim saat diwawancarai pada Senin (11/5/2026) di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya.
Menurutnya, Konco Kopimu lahir dari kebutuhan untuk memperkuat pembiayaan dakwah PCM Wonokromo sekaligus membantu warga Muhammadiyah yang belum memiliki pekerjaan.
“Latar belakangnya karena kebutuhan biaya dakwah PCM Wonokromo cukup besar. Kami berpikir bagaimana warga Muhammadiyah yang belum memiliki pekerjaan bisa diberdayakan agar dapat menghidupi keluarganya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Konco Kopimu mengusung tagline “Konco Ngopi” yang menyasar berbagai komunitas, khususnya generasi muda. Pasarnya tidak terbatas pada penikmat kopi umum, tetapi juga komunitas masjid anak muda, anak kos, hingga komunitas bikers.
“Target pasar kami memang komunitas. Ada komunitas masjid, anak muda, anak kos, sampai bikersmu. Jadi konsepnya kopi yang dekat dengan kebersamaan,” katanya.
Saat ini, Konco Kopimu telah memiliki dua gerai dengan konsep kopi keliling. Satu gerai standby di kawasan dekat Masjid Al Falah Darmo, sedangkan gerai lainnya berada di depan SD Muhammadiyah 6 Surabaya (SD Musix).
Produk Konco Kopimu juga hadir dalam beberapa pilihan kemasan. Mulai botol kecil berukuran 330 mL, kemasan 1 liter, hingga sajian gelas 12 oz yang praktis untuk dinikmati berbagai kalangan.
Tidak hanya itu, PCM Wonokromo juga terus melakukan pengembangan varian rasa agar semakin diminati pasar. Saat ini tersedia enam varian rasa, dan ke depan ditargetkan berkembang menjadi minimal 12 varian.
“Kami sedang mengembangkan beberapa rasa baru, termasuk matcha. Target kami minimal ada 12 varian rasa agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan,” ungkap Luqman.
Ia berharap Konco Kopimu dapat berkembang lebih besar dan menjangkau pasar yang lebih luas, terutama kalangan muda yang kini akrab dengan budaya ngopi.

“Kami ingin produk ini berkembang lebih besar dan bisa menjangkau lebih banyak pasar, terutama generasi muda,” tandasnya.
Melalui Konco Kopimu, PCM Wonokromo menunjukkan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga mampu bergerak di sektor ekonomi kreatif dengan semangat pemberdayaan dan kemandirian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments